Banjir TB Simatupang, Ahok: Biar Wamen yang Pimpin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tanggung jawab masalah banjir di Jalan Tubagus Simatupang, Jakarta Selatan, memang berada di pihak pemerintah pusat. Namun, penanganannya ada yang berasal dari dana darurat pemerintah provinsi. "Boleh, kan, pakai anggaran tahun lalu?" kata Ahok, sapaan akrabnya, saat ditemui di kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Kamis, 16 Januari 2014.

    Ahok mengaku percaya Kementerian Pekerjaan Umum sudah menunjukkan itikad baik untuk turut membenahi infrastruktur Jakarta. "Pak Wakil Menteri PU sudah bersedia ngatur-ngatur," kata Ahok.

    Jalan TB Simatupang terendam banjir akibat hujan berkelanjutan sejak pekan lalu. Akibatnya, laju lalu lintas di jalan tersebut sempat terhambat, bahkan lumpuh beberapa waktu. Ahok yakin Kementerian PU bisa bekerja sama dengan pemerintah DKI. "Biar dia yang pimpin," katanya.

    Ahok menambahkan, pemerintah DKI bersedia untuk berkontribusi dalam pengelolaan pembenahan infrastruktur tersebut dalam bentuk lain, seperti dana maupun sumber daya manusia. "Yang penting damai-damai saja lah," kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut. (Baca: Djoko Kirmanto: Jokowi Jangan Ambil Wewenang Pusat).

    ISMI DAMAYANTI

    Berita Lainnya:
    Akil Simpan Rp 2,6 M di Ruang Karaoke
    Jajal Bus Transjakarta Baru, Jokowi Kedinginan AC  
    Ada Gerakan Senior PDIP Dukung Jokowi Jadi Capres
    Kisah Cinta Ahok, Beda 9 Tahun dengan Istrinya  
    Dahlan Iskan Berkali-kali Minta Dicoret dari Konvensi
    Jokowi Buka Lagi Ide Sodetan Katulampa-Cisadane


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.