Pengungsi Banjir Jakarta Capai 63 Ribu Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan warga korban banjir mengungsi di Gelanggang Olahraga (GOR) Otista, Cawang, Jakarta, Minggu (19/1). GOR Otista sudah menampung sekitar 2000 jiwa korban banjirdari sejumlah wilayah. TEMPO/Subekti.

    Ribuan warga korban banjir mengungsi di Gelanggang Olahraga (GOR) Otista, Cawang, Jakarta, Minggu (19/1). GOR Otista sudah menampung sekitar 2000 jiwa korban banjirdari sejumlah wilayah. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Kendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat jumlah pengungsi di Ibu Kota akibat banjir sejak pekan lalu telah mencapai 63.958 jiwa hingga Senin, 20 Januari 2014, pukul 06.00 WIB. "Pengungsi terbanyak terdapat di Jakarta Timur, sebanyak 20 ribu jiwa," kata Kepala Seksi Pengendalian BPBD DKI Basuki Rakhmat saat ditemui di kantornya pada Senin, 20 Januari 2014. (Baca: Banjir, Jokowi: Jangan Ada 'Ropet-repet', Kerja!)

    Sebelumnya, pada Ahad, 19 Januari 2014, jumlah pengungsi di Jakarta mencapai 48.263 jiwa di 140 titik pengungsian. Terdapat 74 kelurahan yang menjadi lokasi banjir. Basuki mengatakan, hingga saat ini, masih terdapat 293 titik lokasi pengungsian. "Sudah terdapat 97 kelurahan yang terdampak," kata Basuki. Untuk korban meninggal, telah tercatat mencapai 11 jiwa dengan berbagai penyebab. "Tiga orang meninggal karena sakit dengan sisanya, delapan orang, meninggal karena hanyut, tersengat listrik, dan lain-lain."

    Adapun untuk status siaga 1 pintu air Karet sejak dua hari ini, Basuki mengatakan, penyebabnya adalah masih tingginya permukaan air di hulu atau pintu air Katulampa. "Karena curah hujan di daerah hulu pun masih tinggi," kata Basuki.

    Sejauh ini, menurut Basuki, terdapat kendala akses untuk distribusi bantuan, khususnya daerah yang terisolasi di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. "Salah satunya di daerah Cakung," kata Basuki.

    Adapun bentuk bantuan yang variatif berupa logistik kebutuhan dasar, seperti makanan, dan bentuk peralatan, seperti perahu karet dan pompa, menurut Basuki, berasal dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Kebutuhan dasar dari BPBD, dan untuk perahu karet dari Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran, serta pompa air dari Dinas Pekerjaan Umum," kata dia.

    Meski curah hujan masih diprediksi stabil hingga beberapa hari ke depan, Basuki mengatakan, banjir di kawasan utara Ibu Kota akibat rob atau gelombang pasang air laut masih belum akan terjadi. "Laut masih normal, tidak ada tanda-tanda gelombang pasang," katanya. Pantau berita banjir Jakarta lainnya di sini.

    ISMI DAMAYANTI

    Berita Lainnya:
    Ibu Negara Prancis Tinggalkan Istana Kepresidenan
    Eto'o Hat-trick, Chelsea Bantai MU  
    Hasil Lengkap Pertandingan Liga Primer Inggris  
    Curhat SBY Soal Hubungannya dengan Mega  
    4 Alasan Bupati Tangerang Tolak Sodetan Cisadane
    5 Pesohor Ini Rela Membayar untuk Seks


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.