Jokowi Disebut Kembaran Wali Kota London  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, warga korban banjir di RSUD Budhi Asih di jalan Dewi Sartika, Jakarta, (21/1). Kedatangan Jokowi tersebut selain melihat kondisi para korban dan juga memastikan program KJS berjalan dengan semestinya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta, warga korban banjir di RSUD Budhi Asih di jalan Dewi Sartika, Jakarta, (21/1). Kedatangan Jokowi tersebut selain melihat kondisi para korban dan juga memastikan program KJS berjalan dengan semestinya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Harian asal Inggris, The Independent, menyebut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai Boris Johnson Asia. Boris adalah Wali Kota London sejak 2008 yang hobi bersepeda dan namanya kian menjulang di kancah politik Inggris.

    Boris dengan gaya rambut unik selalu bersepeda ke kantornya di pinggir Sungai Thames membelah Kota London. Sedangkan Jokowi membuat gebrakan dengan melarang PNS DKI Jakarta menggunakan kendaraan bermotor pribadi setiap Jumat.

    James Ashton dari harian The Independent mengikuti Jokowi ketika bersepeda. Kepala Bisnis The Independent ini menulis On the road to power? Meet Joko Widodo, Indonesia’s very own Boris Johnson yang terbit Senin, 27 Januari 2014. (baca: Jokowi Disorot Koran Inggris, Capres 2014?)

    Ashton menulis Jokowi dan Boris sama-sama memiliki gaya unik. Mereka membelah kota metropolitan dengan bersepeda. Boris kini sedang membangun Stadion Olimpiade. Sedangkan Jokowi bergulat dengan beragam persoalan di Ibu Kota, seperti banjir, kemacetan, dan kemiskinan. “Di Jakarta, kesenjangan antara kaya dan miskin sangat luas.”

    YMR



    Terkait:
    Mengapa Davos Penting Bagi Jokowi?
    Jokowi Tuai Kritik karena Absen di Davos
    Alasan Jokowi Mangkir dari Forum Davos
    Banjir, Jokowi Pilih Mangkir dari Forum Davos


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.