Soal JIS, Polisi: Penjagaan Ketat Tak Berarti Aman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dailymail.co.uk

    dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta: Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jakarta Raya (Jaya) bakal melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan di Jakarta International School (JIS). Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, evaluasi itu akan dilakukan langsung oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit). "Tim dari Pam Obvit akan melakukan penilaian langsung terkait keamanan di sana," ujarnya di Polda Metro Jaya, Kamis, 17 April 2014.

    Adapun tim penilai itu, kata dia, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan yang ada di sekolah bertaraf internasional tersebut. Rikwanto mengatakan sistem keamanan yang menjadi penilaian polisi bukan keamanan gedung sekolah. Menurutnya, ketatnya penjagaan sekolah bukan berarti sekolah itu pasti aman. "Keamanan bukan cuma dilihat karena temboknya tinggi dan sistem pengamanan yang berlapis saja," katanya. (Baca: Sekolah dengan Keamanan Ketat Dibobol Pedofil)

    Rikwanto mengatakan hal yang tidak kalah penting adalah sumber daya manusia yang beraktivitas di lingkungan sekolah. Menurutnya, polisi juga akan melakukan penyelidikan terhadap sistem perekrutan pegawai yang bekerja di sekolah itu. "Karena keamanan juga termasuk ke dalam sistem rekrutmen," katanya. (Baca: Tak Ada CCTV di TKP Pelecehan Siswa TK)

    Polisi juga disebut Rikwanto bakal meneliti petugas keamanan dan petugas kebersihan yang bekerja di JIS. Hal itu karena bisa saja keberadaan petugas itu malah tidak memberikan rasa aman kepada siswa. "Petugas juga akan diteliti, apakah memang bersih atau justru menjadi momok bagi anak-anak," katanya.

    Sebelumnya, seorang siswa taman kanak-kanak di JIS menjadi korban pelecehan seksual. Polisi sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan adanya korban lain yang bisa menyeret tersangka baru. (Baca tanggapan JIS: Kasus Pelecehan Seksual, Sekolah Mengaku Prihatin)

    DIMAS SIREGAR

    Berita Lainnya:
    Feri Korsel, Korban Hilang 288 Orang
    Perubahan Iklim, Ancaman Bencana Meningkat
    Pesawat MH370 Diyakini Masih Utuh di Dasar Laut
    Libur Paskah, Tiket Kereta Masih Tersedia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.