Doakan Air Asia, Ahok Bagikan Lima Ribu Lilin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menyalakan lilin saat acara doa bersama bagi korban kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8510 di kawasan Car Free Night, jalan Raya Darmo, Surabaya, 31 Desember 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah warga menyalakan lilin saat acara doa bersama bagi korban kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8510 di kawasan Car Free Night, jalan Raya Darmo, Surabaya, 31 Desember 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, membagikan 5 ribu lilin dalam malam tahun baru di Jakarta Night Festival. Lilin itu, kata Ahok, untuk mendoakan indonesia yang sedang berduka.

    "Indonesia berduka atas jatuhnya AirAsia QZ8501 dan longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah," kata Ahok di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 31 Desember 2014. (Baca: Tahun Baru, Ini Pengalihan Lalu Lintas Jakarta)

    Ahok akan membagikan 5 ribu lilin itu di Monumen Nasional. Lilin-lilin itu dibeli dari uang pribadi Ahok. Pada malam pergantian tahun, Ahok dan jajarannya bakal menonton sembilan panggung di Jakarta Night Festival. Beberapa di antaranya yakni panggung di Dukuh Atas yang menampilkan hiburan musik tradisional Betawi dan dangdut serta di Jalan Teluk Betung dengan hiburan Gambang Kromong.

    Ada juga panggung di Jalan Imam Bonjol yang diisi artis ibu kota. Di Jalan Sunda, Sarinah, ada sajian musik reggae dan musik pop alternatif di depan Gedung Jaya. Seluruh kesenian itu menutup tahun 2014 di Jakarta. (Baca: TMII Sambut Tahun Baru dengan Pesta Budaya Rakyat)

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Berita Terpopuler
    Ini Dia Harga Baru Premium dan Solar 
    Satu Pramugari Air Asia QZ8501 Ditemukan Pagi Ini 
    Duka Air Asia, Ngunduh Mantu Raffi Ahmad Dikecam

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.