Musim Hujan, Jakarta Utara Siaga Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelajar  melintasi banjir setinggi 60 cm di , Koja, Jakarta Utara (03/12). TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah pelajar melintasi banjir setinggi 60 cm di , Koja, Jakarta Utara (03/12). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengantisipasi banjir saat musim hujan, Pemerintah Kota Jakarta Utara berfokus pada sejumlah penanganan infrastruktur, seperti perbaikan jalan berlubang, dan mengoptimalkan kesiagaan di lima titik wilayah paling rawan banjir. Pemerintah Jakarta Utara telah menyiapkan Kampung Siaga Bencana di beberapa wilayah rawan banjir dan genangan yang ada di 31 kelurahan di 6 kecamatan.

    "Suku Dinas Sosial sudah menyiapkan logistik, juga memberi pelatihan kepada pemuda," kata Kepala Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Kota Jakarta Utara Dedy Tarmidzi kepada Tempo, Senin, 19 Januari 2015.

    Dedy yakin persiapan Pemerintah Kota sudah baik. Pemerintah Kota, kata Dedy, sudah memastikan pengadaan posko, ketersediaan logistik, dan pembentukan tim siaga bencana. Selain menyiapkan Kampung Siaga Bencana, Pemerintah Kota mendirikan lima posko utama di daerah paling rawan banjir. "Kami sudah mendirikan lima posko di lima kelurahan paling rawan banjir, yaitu Pluit, Sunter Jaya, Penjaringan, Warakas, dan Priok," ujar Dedy. (Baca:Banjir Jabodetabek dari Tahun ke Tahun.)

    Saat ini terdapat 93 titik lokasi rawan genangan di Jakarta Utara. Di antaranya Kelurahan Tugu Utara, Lagoa, Rawa Badak Selatan, Sunter Agung, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Penjaringan, Pluit, Pejagalan, Kapuk Muara, Kamal Muara, Semper Barat, Kali Baru, Semper Timur, Sukapura, Pademangan Barat, Pademangan Timur, dan Ancol. Sedangkan wilayah yang terancam genangan paling tinggi yaitu Kelurahan Kapuk Muara yang kerap tergenang 40-100 sentimeter, Kelurahan Pejagalan 30-90 sentimeter, Kelurahan Pluit 10-50 sentimeter, Tugu Selatan 20-70 sentimeter, dan Sukapura 10-70 sentimeter. (Baca: Banten Darurat Banjir.)

    Dedy mengatakan warga dan pemerintah setempat juga terus memantau pompa pengendali banjir. Menurut Dedy, ada 55 pompa yang sudah dipetakan di semua lokasi di Jakarta Utara. Saat ini pihak pengelola pompa, kata Dedy, sudah diminta memperbaiki beberapa pompa yang berada dalam kondisi rusak.

    AISHA SHAIDRA

    Terpopuler:
    Yusril: Jokowi Melanggar Undang-Undang Kepolisian
    Presiden Jokowi Dimusuhi Tiga Negara
    Ahok Bongkar Anggaran Siluman Rp 8,8 Triliun
    Oegroseno: Budi Gunawan Pasti Ditahan KPK  
    PKS: Andai Budi Gunawan Ketua KPK, Jadi Tersangka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.