Hujan Seharian, Kota Bekasi Waspadai Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak berjalan didepan kandang kambing yang ditempatkan di halaman saat terjadi  Banjir di kampung Wates, Desa Kedaung, Babelan, Bekasi, Jawa Barat (20/1). Sudah 3 hari terahir ratusan rumah di tempat ini terendam banjir dan belum mendapatkan bantuan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Seorang anak berjalan didepan kandang kambing yang ditempatkan di halaman saat terjadi Banjir di kampung Wates, Desa Kedaung, Babelan, Bekasi, Jawa Barat (20/1). Sudah 3 hari terahir ratusan rumah di tempat ini terendam banjir dan belum mendapatkan bantuan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Bekasi - Hujan mengguyur Kota Bekasi, Jawa Barat, sejak Kamis pagi, 22 Januari 2015, membuat warga di daerah itu waspada banjir. "Debit air Kali Bekasi meningkat," kata warga Perumahan Pondok Mitra Lestari, Jatiasih, Andi Firdaus, 30 tahun, Kamis, 22 Januari 2015.

    Sekretaris Rukun Warga 08 di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kelik Widyanto, mengatakan sejauh ini wilayahnya masih aman meski perumahan itu langganan banjir akibat air kiriman dari Bogor. "Masih aman, tapi tetap waspada." (Lihat: Warga Korban Banjir Babelan Belum Terima Bantuan.)

    Menurut Kelik, tadi pagi debit Kali Bekasi sudah mencapai 110 MA. Karena masih gerimis dan mendung, pihaknya diminta waspada banjir. Kawasan hulu kali juga masih hujan. "Air kali meluap biasanya kalau sudah mencapai 350 MA." (Baca: Ini Momentum Puncak Curah Hujan di Jakarta.)

    Satuan Tugas Penanggulangan Banjir Kota Bekasi telah mendirikan posko. Sejumlah personel gabungan dari Koramil 04/Jatiasih, Brigif 17 Cijantung, BNPB, Senkom, serta anggota menwa dari sebuah universitas di Bogor siaga menghadapi banjir. (Baca: Berapa Besar Banjir Kiriman ke Jakarta Pagi Ini?)

    Ketua Satgas Pelda Totok Siswanto mengatakan jika sewaktu-waktu banjir, semuanya sudah siap. "Kami menyiapkan perlengkapan evakuasi seperti satu unit perahu karet, dua genset, dan delapan terpal." Hal yang sama juga dilakukan oleh Forum Taruna Siaga Bencana (Tagana). Sebanyak 40 personel disiagakan di sejumlah titik rawan banjir. "Personel kami sudah siaga di setiap kantor kecamatan," kata Ketua Tagana Kota Bekasi Roby Hermawan.

    ADI WARSONO

    Terpopuler
    Menteri Susi Adukan Jonan ke DPR
    Rara Beberkan Kronologi Kencan Putra Deddy Mizwar
    Deddy Mizwar Dinilai Tak Bisa Didik Anak
    Beginilah Cara Mereka Mengeroyok KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.