Pakai Kaus 'Lulung Lulusan Pemulung', Inilah Kata Slank  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaka Slank bersama Oppie Andaresta tampil usai peluncuran album d'Rumah Harmoni di Markas Slank, Jakarta, 11 Januari 2015. d'Rumah Harmoni merupakan album kolaborasi yang diprakarsai Bimbim Slank dan Oppie Andaresta bersama sejumlah musisi lainnya. TEMPO/Nurdiansah

    Kaka Slank bersama Oppie Andaresta tampil usai peluncuran album d'Rumah Harmoni di Markas Slank, Jakarta, 11 Januari 2015. d'Rumah Harmoni merupakan album kolaborasi yang diprakarsai Bimbim Slank dan Oppie Andaresta bersama sejumlah musisi lainnya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kaka Slank tidak merisaukan somasi yang akan dilayangkan pendukung Abraham Lunggana terhadanya. Bunda Ifet, manajer Slank, mengatakan Akhadi Wira Satriaji alias Kaka tak merisaukan somasi yang bakal dilayangkan pendukung anggota DPRD dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

    Menurut ibu kandung Bimbim ini, informasi yang mereka persoalkan tidak sebombastis pemberitaan di media.

    "Tidak benar itu. Wartawannya saja yang bikin-bikin," ujar Bunda Ifet pada Sabtu, 14 Maret 2015.

    Ancaman somasi dilayangkan Pemuda Panca Marga (PPM), organisasi kepemudaan yang saat ini dipimpin Lulung, panggilan akrab Abraham Lunggana. Mereka mempertanyakan maksud Kaka yang menggunakan kaus bertuliskan "Lulung Lulusan Pemulung". Mereka pun meminta Kaka meminta maaf lantaran menyatakan Lulung berbahaya. Jika tidak, kasus ini akan berujung pada masalah hukum.

    Bunda Ifet membenarkan Kaka pernah menggunakan kaus tersebut. Kaus itu ditulis Kaka bersama anaknya yang masih berusia lima tahun. Meski demikian, kata dia, tulisan itu tidak memiliki tendensi menyindir Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta itu. "Itu tulisan biasa saja. Tidak ada maksud menyidir, apalagi kalau dikaitkan dengan urusan politik," katanya.

    Kemudian wanita berkacamata ini juga membantah jika Kaka disebut-sebut pernah menyebut Lulung berbahaya.

    Bunda Ifet yang tengah menemani personel Slank di Papua itu baru akan bersikap setelah mengetahui maksud somasi. Agar jelas, kata Bunda Ifet, Kaka memilih untuk menunggu surat dari PPM.

    "Sampai saat ini kami belum menerima surat apa pun. Soalnya masih di Manokwari," ujarnya.

    RIKY FERDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.