Banyak Dikritik, Akhirnya Ahok Revisi Pergub Demo  

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. ANTARA/Yudhi Mahatma

TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan merevisi Peraturan Gubernur Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka. "Kami udah ngajuin ke Mahkamah Agung (MA). Kami mau revisi," ujar Ahok saat ditemui di Balai Kota pada Senin, 9 November 2015.

Ahok mengakui, pada pergub tentang demonstrasi tersebut, terdapat kesalahan kalimat. "Memang ada kesalahan kemarin. Kami terlalu semangat dan baik hati menyebut tiga tempat. Sebenarnya, maksud saya itu, kalau demo di Istana, kan, jelas enggak boleh, makanya kami sediain tiga tempat," kata Ahok.

Karena kesalahan kalimat yang terkesan membatasi aksi penyampaian pendapat di muka umum tersebut, menurut Ahok, banyak pihak yang menuding bahwa Ahok melanggar undang-undang dengan mengeluarkan pergub itu. "Saya udah ngerti kenapa kami melanggar undang-undang. Sebab, seolah-olah kami memaksa orang demo hanya boleh di tiga tempat itu. Itu masalahnya," Ahok menjelaskan.

Pada revisi yang akan diajukannya ke MA, Ahok akan mengubah kalimat tersebut dengan kalimat yang menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan tiga lokasi unjuk rasa apabila masyarakat ingin menyampaikan pendapat di muka umum. "Kalau demo di lokasi lain boleh enggak? Boleh, selama tidak melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998," tutur Ahok.

Akan tetapi, Ahok menegaskan, dia akan tetap membatasi volume suara yang diteriakkan para pengunjuk rasa. "Nah, terus suara seperti ini boleh enggak kami batasi? Boleh dong. Anda apa enggak mengganggu orang? Makanya, saya juga bilang sama aktivis, ada berapa aktivis jadi pejabat yang jujur? Bikin list, kasih saya. Supaya jelas gitu lho," ucap Ahok sambil menunjuk para aktivis dari Persatuan Rakyat Jakarta yang kebetulan tengah berunjuk rasa terkait dengan pergub demonstrasi ini di depan Balai Kota.

Pada 28 Oktober 2015, Ahok mengesahkan Peraturan Gubernur Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka. Di dalam peraturan tersebut, demonstran hanya boleh berunjuk rasa di tempat yang telah ditentukan, yakni Parkir Timur Senayan, Alun-alun Demokrasi DPR/MPR RI, dan Silang Selatan Monumen Nasional. Selain itu, waktu penyampaian pendapat dibatasi, yaitu dari pukul 06.00 hingga 18.00, serta tingkat kebisingan tidak boleh melebihi 60 desibel.

ANGELINA ANJAR SAWITRI






Kapolda Metro Usul Lokasi Demonstrasi Dipindah ke Monas, Pengelola: Nanti Dibicarakan Pimpinan

12 jam lalu

Kapolda Metro Usul Lokasi Demonstrasi Dipindah ke Monas, Pengelola: Nanti Dibicarakan Pimpinan

Pengelola Monas sebut usulan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran soal lokasi demo di Monas perlu dibahas lebih lanjut di level pimpinan.


Kasus Mahsa Amini: Iran Blokir WhatsApp dan Instagram Demi Pembungkaman Demonstran?

15 jam lalu

Kasus Mahsa Amini: Iran Blokir WhatsApp dan Instagram Demi Pembungkaman Demonstran?

Blokir dilakukan di tengah meluasnya aksi demonstrasi di Iran atas kematian Mahsa Amini. Kebijakan disinyalir sebagai upaya mengekang gerakan protes.


Kapolda Metro Sudah Bicara dengan Anies Baswedan Soal Pemindahan Lokasi Demonstrasi

18 jam lalu

Kapolda Metro Sudah Bicara dengan Anies Baswedan Soal Pemindahan Lokasi Demonstrasi

Kapolda Metro Fadil Imran berharap ide pemindahan lokasi demonstrasi dari Patung Kuda ke Monas bisa segera terealisasi.


Kapolda Metro Tak Masalah Ada Demo Berjilid-jilid Usai Jokowi Menaikkan Harga BBM

18 jam lalu

Kapolda Metro Tak Masalah Ada Demo Berjilid-jilid Usai Jokowi Menaikkan Harga BBM

Kapolda Metro Fadil Imran tak mempermasalahkan ada demo berjilid-jilid setelah Presiden Jokowi menaikkan harga BBM. Asal tak melanggar hukum.


Kapolda Metro Mau Pindahkan Lokasi Demonstrasi Karena Banyak Warga Terganggu Penutupan Jalan

19 jam lalu

Kapolda Metro Mau Pindahkan Lokasi Demonstrasi Karena Banyak Warga Terganggu Penutupan Jalan

Kapolda Metro Fadil Imran mau memindahkan lokasi demonstrasi agar tidak perlu lagi melakukan penutupan jalan dan tak perlu menurunkan banyak polisi.


Partai Buruh dan Petani Gelar Unjuk Rasa Desak Reforma Agraria

19 jam lalu

Partai Buruh dan Petani Gelar Unjuk Rasa Desak Reforma Agraria

Partai Buruh Bersama organisasi buruh dan para petani menggelar unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Sabtu, 24 September 2022.


Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna, Pasukan Khusus Polda Metro Jaya Hadapi Pendemo

19 jam lalu

Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna, Pasukan Khusus Polda Metro Jaya Hadapi Pendemo

Polda Metro Jaya menyiapkan pasukan khusus yang diberi nama Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna. Pasukan apa itu?


Hari Ini Buruh dan Petani akan Unjuk Rasa di Istana Negara

22 jam lalu

Hari Ini Buruh dan Petani akan Unjuk Rasa di Istana Negara

Serikat buruh dan petani akan menggelar unjuk rasa di Istana Merdeka dalam rangka Hari Tani Nasional.


Mahsa Amini, Simbol Perlawanan dan Demonstrasi Besar di Iran

1 hari lalu

Mahsa Amini, Simbol Perlawanan dan Demonstrasi Besar di Iran

Iran sedang dilanda aksi demonstrasi besar-besaran yang dipicu kematian seorang wanita bernama Mahsa Amini.


4 Fakta Seputar Kerusuhan di Iran Akibat Demonstrasi Besar

1 hari lalu

4 Fakta Seputar Kerusuhan di Iran Akibat Demonstrasi Besar

Gelombang aksi protes terkait kematian seorang wanita muda, Mahsa Amini, di Iran berujung ricuh hingga menelan sedikitnya 17 tewas dan puluhan luka.