Kasus Senjata Api Gatot, Polisi Periksa Torro Margens

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Torro Margens saat ditemui usai press screening film terbarunya, D. P. O., di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta, 15 September 2016. TEMPO/Dini Teja

    Torro Margens saat ditemui usai press screening film terbarunya, D. P. O., di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta, 15 September 2016. TEMPO/Dini Teja

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi hari ini, Selasa 4 Oktober 2016, memeriksa pemain film D.P.O (Detachement Police Operation), aktor senior Torro Margens, terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal yang menjadikan Gatot Brajamusti sebagai tersangka.

    Baca:
    Pengakuan Istri Kedua Sanusi Soal Rumah Rp 16,5 Miliar
    Ratna Sarumpaet: Kalau Saya Presiden, Luhut Saya Bui!  
    Raffi Ahmad Selingkuh, Nagita Slavina Menjawab

    Torro Margens datang sekitar pukul 13.00 WIB. Memakai topi, aktor yang dikenal sering memerankan karakter antagonis ini langsung masuk ke ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya.

    Torro Margens menjalani pemeriksaan lebih dari dua jam. "Pertanyaan berkaitan dangan saya sebagai pemain di film D.P.O," ujar Torro Margen, di halaman gedung Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

    Torro Margens mengaku tak tahu banyak soal pistol yang digunakan selama syuting. Sebab, tidak ada adegan yang mengharuskan dirinya memegang senjata.

    "Saya jawab yang setahu saya saja. Yang saya lihat di film D.P.O yang namanya properti itu kan senjatanya disiapkan oleh art director. Saat syuting film saya nggak pegang senjata. Saya hanya pegang tongkat," jelasnya.

    Di tempat yang sama, Kanit IV Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Teuku Arsya Khadafi, menganggap keterangan yang disampaikan Torro Margen sudah cukup.

    "Pemeriksaan terhadap saudara Torro kami menanyakan aktivitas beliau terhadap film D.P.O, terus apa yang beliau ketahui terkait permintaan properti di film D.P.O. Lalu apakah beliau pernah melihat alat bukti yang kami sita dari Aa Gatot. Beliau sudah menjawab dengan sepengetahuan beliau, dan itu sudah cukup," tutur Teuku Arsya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menyita beberapa pucuk senjata api dan ratusan amunisi dari rumah Gatot Brajamusti yang berlokasi di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

    Kepada petugas, Gatot mengatakan, senjata tersebut dipakai untuk keperluan syuting film. Polisi kemudian meminta keterangan dari sutradara dan pemain Azrax dan D.P.O untuk mencari fakta yang sebenarnya.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.