Wartawan NET TV Dipukul dan Diludahi Saat Liput Banjir Kemang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan NET TV, Haritz Ardiansyah, dipukul dan diludahi seorang pengendara mobil saat meliput banjir di daerah Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 11 April 2017.

    Dalam pernyataannya, Pemimpin Redaksi NET TV Dede Apriadi mengatakan kejadian pemukulan terhadap Haritz terjadi di Jalan Kemang Raya sekitar pukul 00.30. Saat itu, jurnalis NET sedang meliput banjir di kawasan Kemang dan tengah mengambil gambar kondisi jalan tersebut.

    Saat mengambil gambar sebuah mobil yang mogok, seseorang mendekati Haritz, kemudian memukul wajahnya dan meludahinya. Orang tersebut berkata tak suka gambarnya diambil dan korban berkata akan menghapus gambar tersebut.

    Baca: Wartawan Net TV Dipukul dan Ditendang Anggota TNI di Madiun

    Ketika mencoba menghapus gambar itu, orang tersebut mengambil kamera berjenis Sony PMW 200 yang dipegang Haritz. Terjadi tarik-menarik kamera sehingga viewfinder kamera patah. Pelaku juga memukul mobil peliputan NET hingga penyok.

    Kemudian para korban melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian Jakarta Selatan dan laporan diterima dengan nomor LP/532/K/IV/2017/PMJ/Restro Jaksel.

    Kepala Bagian Humas Polres Jakarta Selatan Komisaris Purwanta mengatakan sudah mengidentifikasi kendaraan pihak yang diduga memukul wartawan NET TV. Identifikasi ini dilakukan melalui digital identification.

    "Kami sudah cek melalui digital. Kendaraannya sudah kami deteksi," katanya kepada Tempo saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu, 12 April 2017.

    Menurut Purwanta, digital identification didapat dari data identifikasi kendaraan bermotor yang ada di Polda Metro Jaya. Langkah ini, kata Purwanta, bisa dilakukan berkat adanya komunikasi dan informasi dari wartawan tersebut.

    Namun Purwanta meminta wartawan NET TV, yang menjadi korban, segera kembali ke Polres Jakarta Selatan untuk membuat berita acara pemeriksaan atau BAP. "Polres sudah menerima laporan polisi. Bila ada waktu, segera rekan dari NET TV buat BAP dan saksi," ujarnya.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.