Sandiaga Uno: Akan Ada Pajak Kemacetan di Sudirman-Thamrin

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno bersama mantan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Efendi saat di Balai Kota Jakarta, Senin, 6 November 2017. Foto : TEMPO/Larissa Huda

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno bersama mantan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Efendi saat di Balai Kota Jakarta, Senin, 6 November 2017. Foto : TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan bakal memberlakukan congestion tax untuk mengatasi kesemrawutan lalu lintas di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-M.H. Thamrin. “Congestion tax ini pajak untuk kemacetan,” kata Sandi, Sabtu, 11 November 2017. “Di belahan dunia lain sudah ada. Nah, ini akan kami hadirkan supaya semakin banyak masyarakat beralih ke angkutan umum.”

    Menurut Sandi, pajak kemacetan ini bakal diterapkan lewat electronic road pricing (ERP). Dengan sistem ini, semua kendaraan yang melewati Jalan Jenderal Sudirman-M.H. Thamrin akan dikenakan biaya. Semakin padat kendaraan di jalan itu, biaya yang dikenakan semakin tinggi. “Kita akan hajar (kemacetan) lewat ERP,” ucapnya.

    Baca juga
    Ahok: Jakarta Terapkan Jalan Berbayar ERP pada 2017

    Sandi meminta aturan yang sama juga diberlakukan untuk sepeda motor. “Yang terpenting, kesemrawutan bisa kita tata dengan baik,” ujarnya.

    Sandiaga Uno berharap sistem ERP bisa diberlakukan secepatnya. Saat ini sudah ada enam perusahaan yang mengikuti lelang untuk menjadi pengelola jalan berbayar tersebut. “Teknisnya biar Pak Dishub yang akan sampaikan nanti.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.