Sabtu, 18 Agustus 2018

Sandiaga Uno: Flyover Pancoran Mulai Besok Diuji Coba untuk Warga

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, Ahad, 14 Januari 2018, saat sedang memerika progres proyek flyover Pancoran, Jakarta Selatan, yang akan dibuka mulai besok pagi. Tempo/Fadiyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, Ahad, 14 Januari 2018, saat sedang memerika progres proyek flyover Pancoran, Jakarta Selatan, yang akan dibuka mulai besok pagi. Tempo/Fadiyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, hari ini di Pancoran, Jakarta Selatan, mengumumkan flyover Pancoran akan mulai dibuka sebagai uji coba besok pagi untuk warga.

    "Hari ini, kita meninjau sudah siap untuk dibuka besok. Alhamdulillah. Mudah-mudahan tidak hujan sehingga pekerjaan akhir dari marka jalan selesai. Mampang Prapatan sudah tersambung semuanya, tinggal kita poles sedikit kiri-kanannya," kata Sandiaga di Pancoran, Jakarta Selatan, Ahad, 14 Januari 2018.

    Baca: Penyebab Anies Targetkan Flyover Pancoran Selesai Desember 2017

    "Tidak pakai seremoni, tidak pakai acara-acaraan. Langsung saja karena ini warga Jakarta sudah sangat menunggu," ujarnya.

    Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama tim meninjau jalan layang Pancoran, Jakarta, 14 Januari 2018. Sandiaga sempat kehujanan saat meninjau jalan layang ini. TEMPO/Naufal Dwhimawan Adjiditho

    Sandiaga juga menyatakan pihaknya besok akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Direktorat Lalu Lintas. Flyover akan dibuka pukul 06.00.

    Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Heru Suwondo menyatakan memang belum ada percobaan ketahanan beban secara resmi. Namun Heru meyakini konstruksi flyover sudah cukup kuat dan teruji selama pembangunan. "Evaluasi bangunannya akan dilakukan secara periodik," ucapnya.

    FADIYAH | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.