Alasan Camat Teluknaga Minta Sungai Cisadane Dikeruk

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah relawan giat Cisadane (Regaci) menggunakan perahu karet untuk membersihkan sampah di bantaran sungai Cisadane, Kelurahan Gunung Batu, Kota Bogor, 22 April 2018. Kegiatan ini diikuti puluhan relawan dengan memungut sampah, menanam pohon dan menebar benih ikan untuk memperingati Hari Bumi. ANTARA/Arif Firmansyah

    Sejumlah relawan giat Cisadane (Regaci) menggunakan perahu karet untuk membersihkan sampah di bantaran sungai Cisadane, Kelurahan Gunung Batu, Kota Bogor, 22 April 2018. Kegiatan ini diikuti puluhan relawan dengan memungut sampah, menanam pohon dan menebar benih ikan untuk memperingati Hari Bumi. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten diminta segera mengeruk anak Sungai Cisadane yang dianggap sebagai sumber banjir. Sungai Cisadane itu mengalami pendangkalan hingga menyebabkan Desa Kampung Melayu Barat, Teluknaga, terendam banjir.

    "Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2017 dan 2018 sudah kami sampaikan tapi kini belum ada realisasinya," kata Camat Teluknaga Supriyadi di Tangerang, Sabtu 26 Mei 2018.

    Supriyadi mengatakan karena sungai dangkal, ratusan rumah warga di Desa Kampung Melayu Barat terendam banjir hingga 40 cm.

    Baca: Festival Cisadane Incar Wisatawan Asing 

    Dia mengatakan dengan alasan banjir itu akhirnya mengusulkan kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air setempat untuk mengeruk sungai Cisadane. Diduga sungai mengalami pendangkalan karena penuh tumpukan lumpur dan sampah yang dibawa air sungai dari hulu.

    Hal tersebut sudah terjadi sejak tiga bulan belakangan ini. Bila hujan turun, perumahan penduduk terendam.

    Upaya yang dilakukan adalah dengan cara pengerukan mengunakan alat berat, meski telah dilaksanakan secara bergotong-royong, tapi hasilnya tidak maksimal.

    "Tumpukan sampah yang terbawa air hilang sesaat, tapi lumpur yang sudah mengeras sulit untuk diangkut makanya perlu mengunakan alat berat," katanya.

    Camat Teluknaga berharap Pemkab Tangerang dapat merealisasikan pengerukan sungai Cisadane tersebut. 

    Baca: Ratusan Ikan Mabuk di Cisadane, Warga Tangerang Rebutan 

    Menurut dia, sungai tersebut memang pernah dikeruk dengan alat berat tahun 2009, tapi secara perlahan, akhirnya sampah dan lumpur menjadi menumpuk kembali.

    Ketika banjir, selain rumah juga merendam lahan pertanian penduduk, bila dalam hitungan hari tidak juga susut, dapat dipastikan tanaman itu mati.

    Supriyadi khawatir, setiap musim hujan areal pemukiman penduduk sebagai sumber berkembang biak nyamuk seperti demam berdarah dengue (DBD). Untuk mencegah wabah, setiap banjir akibat luapan anak Sungai Cisadane, warga Teluknaga bergotong-royong membersihkan lingkungan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.