Selasa, 16 Oktober 2018

Penjual Parsel di Pasar Kembang Cikini Mengeluh Omzet Menurun

Reporter:
Editor:

Wahyu Dhyatmika

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang tengah merangkai parsel lebaran di kawasan Pasar Cikini, Jakarta, 4 Juni 2018. Jelang lebaran sejumlah pedagang parsel mulai ramai menjajakan barang dagangannya di kawasan pasar Cikini. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pedagang tengah merangkai parsel lebaran di kawasan Pasar Cikini, Jakarta, 4 Juni 2018. Jelang lebaran sejumlah pedagang parsel mulai ramai menjajakan barang dagangannya di kawasan pasar Cikini. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pedagang parsel di Pasar Kembang Cikini, Jakarta Pusat, mengaku volume dan nilai penjualan mereka kali ini lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.  Mereka menyalahkan lamanya musim libur Lebaran kali ini dan makin banyaknya penjual parsel online. 

    "Saya turun sampai 50 persen," ujar seorang penjual parsel, Mintarsih di lapak dagangan miliknya yang berada persis di depan Stasiun Cikini, Rabu, 13 Juni 2018. Akibat seretnya penjualan, dia pun harus mengurangi belanja untuk membeli barang pengisi parcelnya. "Sekarang hanya satu kali belanja barang. Sedangkan tahun lalu, bisa dua sampai tiga kali memutar dagangan," katanya.

    BACA JUGA: Simak Tips Cara Memilih Parsel Idaman untuk Lebaran

    Pedagang yang menjual parsel dengan variasi isi, dari makanan, keramik, hingga kaligrafi, ini menuding kebijakan penambahan libur Lebaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) turut mempengaruhi. "Soalnya libur PNS kan jadi lebih cepat," kata perempuan asal Purwokerto itu.

    Parsel Mintarsih dijual dengan harga mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu. Kebanyakan pembeli parcelnya, kata dia, adalah pelanggan tahunan. "Pembeli baru yang belanja dapat dihitung dengan jari," katanya. 

    BACA JUGA:KPK Resmi Larang Semua Pejabat Negara Terima Parsel

    Tak jauh dari lapaknya, pedagang lain bernama Udin Saifuddin, 40 tahun mengaku hanya berhasil menjual sekitar 450 parsel dari 700 yang disediakan tahun ini. Omzet Udin menurun sekitar 15 persen dari tahun lalu. "Sisanya mau gak mau masuk gudang," katanya.

    Tahun lalu, Udin mengaku dapat menjual 100 atau paling tidak 50 parsel setiap hari. Jumlah itu mencapai puncak ramainya pembeli, biasanya pada seminggu sebelum Lebaran. Menurut Udin, penyebab penurunan omzet dan volume penjualan tahun ini karena banyaknya penjual parsel rumahan yang menjual secara online. "Kita kalah cepat. Kita menjemput bola mereka melempar bola," katanya.

    BACA JUGA: Beragam Aksi Penjual Parsel Lebaran

    Nasib berbeda dialami pedagang lain bernama Budi, 42 tahun. Walaupun omzet relatif sama dibanding tahun lalu, namun volume penjualan meningkat sekitar 10-15 persen. Stagnasi omzet itu disebut karena naiknya harga beberapa produk varian parsel. "Ya jadi hitungannya sama," katanya. Dia menjual parsel dengan produk premium yang harganya lebih tinggi dari rata-rata.

    Hari ini merupakan hari terakhir pedagang parsel di Pasar Kembang Cikini beroperasi. Menurut para pedagang tersebut, sudah menjadi tradisi jika mulai H-1 Lebaran, pedagang parsel akan digantikan dengan pedagang bunga. 

    BACA JUGA: Mau Bikin Parsel Sendiri? Ikuti Tips Berburu Bahannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.