Empat Nama Ini Bersaing Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Momen perpisahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan wakilnya, Sandiaga Uno yang akan menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Foto: twitter.com/aniesbaswedan

    Momen perpisahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan wakilnya, Sandiaga Uno yang akan menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Foto: twitter.com/aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga saat ini kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno masih kosong. Meski mengaku kerepotan ditinggalkan Sandiaga, Gubernur Anies Baswedan belum memikirkan siapa pengganti Sandiaga Uno.

    Baca: Begini Kerepotan Anies Baswedan Setelah Ditinggal Sandiaga Uno

    Namun dia sudah mendengar ada sejumlah nama yang dijagokan mengisi posisi itu. Di antaranya adalah Muhammad Taufik, Mardani Ali Sera, dan Ahmad Heryawan.

    Anies Baswedan menyatakan masih belum ingin menerka-nerka ihwal sosok pengganti Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Alasannya, masih ada proses yang harus dilalui dalam pengunduran diri Sandiaga.

    “Bahwa Pak Sandi sudah mengundurkan diri, itu benar, tapi kita masih menunggu ketetapan dari presiden karena beliau yang mengangkat,” ujar Anies Senin, 13 Agustus 2018.

    Baca: Untuk Wagub, Anies Baswedan Pilih Kader Gerindra atau PKS?

    Menurut Anies Baswedan, pengunduran diri Sandiaga harus melewati sidang paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta. Setelah itu, Anies Baswedan masih akan bersurat ke presiden untuk meminta penetapan pengunduran diri wakilnya itu.

    Berikut rekam jejak kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta: 

    1. Muhammad Taufik

    Kader Partai Gerindra ini sempat menyatakan bahwa siapapun bisa diusulkan sebagai calon Wagub DKI Jakarta, termasuk dirinya. "Boleh, nggak dilarang," katanya Taufik beberapa waktu lalu.

    Taufik bukan orang baru dalam pemerintahan daerah DKI Jakarta. Saat ini dia menjabat sebagai wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI.

    Namun rekam jejak Taufik sempat tercoreng karena terjerat korupsi pada 2003. Pada saat duduk sebagai ketua KPU DKI Jakarta, Taufik terkena kasus korupsi pengadaan alat peraga Pemilu pada 2004. Akibatnya dia dihukum penjara 18 bulan.

    Pria kelahiran 3 Januari 1957 ini baru bergabung dengan Partai Gerindra pada 2008. Namun karirnya di internal partai menanjak dengan menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.