Penonton Asian Games Asal Jepang Mengeluh 2 Hal Saat Masuk GBK

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pintu 6 yang telah didatangi calon penonton acara pembukaan Asian Games 2018 di GBK, Jakarta, Sabtu, 18 Agustus 2018. Tempo/Maria Fransisca Lahur.

    Suasana pintu 6 yang telah didatangi calon penonton acara pembukaan Asian Games 2018 di GBK, Jakarta, Sabtu, 18 Agustus 2018. Tempo/Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta – Seorang penonton upacara pembukaan Asian Games 2018 asal Jepang bernama Edgar mengeluh ketidaksiapan panitia terkait tiket masuk Gelora Bung Karno (GBK).

    Baca juga: Penukaran Tiket Pembukaan Asian Games Kisruh, Warga Dipingpong

    “Waktu penukaran tiket harus menunggu 15 menit karena petugas menulis di kertas dengan hand writing," kata Edgar yang fasih berbahasa Indonesia, pada Sabtu petang, 18 Agustus 2018. 

    Edgar membeli tiket secara online bersama 3 orang temannya dan mendapat tiket kelas B dengan duduk sebaris. Namun ketika masuk ternyata tidak bisa didapat tiket itu.

    Setelah dia protes baru mendapat tiket. “Kami di up grade dari kelas B ke kelas A dan mendapatkan yang sejajar," katanya.

    Edgar  mengkritik mengenai sampah yang berserakan. "Banyak polisi, petugas pengamanan, Satpol, namun hanya duduk main HP.  Mungkin sibuk lihat WhatsApp  atau Instagram,” katanya.

    Dia  berharap para petugas lebih mempunyai inisiatif untuk membersihkan kawasan GBK. 

    Menurut Edgar dan kawan-kawannya, maskot Asian Games sangat lucu. Dia merujuk pada tiga 3 hewan yang menjadi maskot yaitu Kaka, Bhin Bhin dan Atung.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.