Minggu, 18 November 2018

Tamu Diskotek Tewas, Ini Pesan Eks Humas Exotic Untuk Anies

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas Satpol PP menyegel secara resmi Diskotik Exotic di Jalan Mangga Besar, Jakarta, 19 April 2018. Pemprov DKI Jakarta secara resmi menutup Diskotik Exotic dan Sense Karaoke & Restaurant karena terbukti sebagai lokasi penyalahgunaan narkoba. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah petugas Satpol PP menyegel secara resmi Diskotik Exotic di Jalan Mangga Besar, Jakarta, 19 April 2018. Pemprov DKI Jakarta secara resmi menutup Diskotik Exotic dan Sense Karaoke & Restaurant karena terbukti sebagai lokasi penyalahgunaan narkoba. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta harus menutup dan cabut izin Diskotek Golden Crown, Tamansari, Jakarta Barat. Tindakan itu harus diambil jika terbukti diskotek itu menjadi tempat peredaran narkoba.

    Baca:
    Terjadi Lagi, Ini 3 Kasus Kematian Karena Overdosis di Diskotek
    Tamu Diskotek Golden Crown Tewas, Overdosis Long Island?

    Tuntutan itu disampaikan pemerhati tempat hiburan malam di Jakarta, Tete Martadilaga. Mantan juru bicara untuk Diskotek Exotic itu menanggapi peristiwa tewasnya seorang tamu di Diskotek Golden Crown pada Minggu, 9 September 2018 lalu.

    Peristiwa itu mirip dengan yang terjadi pada Exotic pada April lalu. Saat itu kematian seorang tamu di Exotic karena overdosis narkoba jenis sabu dan ekstasi mengantar kepada penutupan diskotek itu.
    Gubernur Anies Baswedan mencabut izin Exotic beberapa hari berselang sekalipun manajemen mengungkap kronologis versi mereka bahwa si tamu sebelumnya pesta di lokasi lain. 

    "Jika terbukti menjadi tempat peredaran narkoba, ya (Golden Crown) harus ditutup juga," ujar Mas Tete, sapaan Tete Martadilaga, ketika dihubungi, Selasa 11 September 2018.

    Dalam kasus Golden Crown, tamu yang tewas adalah Ingot Junardi Simatupang. Ia sempat kejang-kejang setelah menenggak Long Island, minuman campuran berbagai jenis alkohol, bersama tiga orang temannya. Ingot sempat dibawa ke RS Husada, Jakarta Barat, namun nyawanya tak terselamatkan.

    Baca juga:
    Kasir Diskotek Exotic Bandingkan Ahok dengan Anies Baswedan

    Menurut Mas Tete, polisi perlu melakukan penyidikan hingga kasus tersebut benar-benar jelas, termasuk penyebab pasti kematian Ingot. Soalnya, lanjut dia, rekomendasi yang nanti diberikan oleh polisi dapat menjadi pertimbangan Pemprov untuk mengambil sikap. Apakah akan mencabut Tanda Daftar usaha Pariwisata (TDUP) Golden Crown atau tidak.

    “Kalau benar karena narkoba, harus diketahui juga itu narkoba dijual di dalam, atau dibawa dari luar,” katanya sambil menambahkan, “Baru setelah itu menentukan sikap sehingga tidak gegabah mencabut izin usahanya.”

    Hingga saat ini, polisi belum dapat memberikan keterangan resmi ihwal kematian Ingot. Kepala Kepolisian Sektor Taman Sari Ajun Komisaris Besar Ruly Indra mengatakan, Selasa 11 September 2018, masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.