Senin, 10 Desember 2018

Ada yang Hancur dan Hilang, Transjakarta Usulkan Separator 200 Km

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses evakuasi truk trailer yang menabrak separator busway di Jalan Yos Sudarso, Jakarta, 5 Februari 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    Proses evakuasi truk trailer yang menabrak separator busway di Jalan Yos Sudarso, Jakarta, 5 Februari 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta –  PT Transjakarta mengajukan pembangunan separator  busway sepanjang 200 kilometer di Jakarta. Direktur Utama PT Transjakarta  Budi Kaliwono  mengatakan telah mengajukan ke pemerintah provinsi untuk pengembangan separator busway di tahun depan.

    Baca juga: Bus Transjakarta Tabrak Separator Senayan, Polisi Periksa Sopir

    "Sudah kami ajukan ke Dinas Bina Marga. Nanti Bina Marga yang mengajukan ke pemprov," kata Budi seusai mengikuti diskusi buah manis ganjil genap di kantor ITDP, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Menurut dia, sebagian separator busway Transjakarta memang belum terpasang.  Belum lagi sudah banyak yang hancur dan hilang.

    Budi mencatat terdapat pengurangan trase jalur khusus busTransjakarta dalam rentang 2016 hingga 2018. Kawasan M.T. Haryono, sebagian Jalur Sudirman, Jalan Rasuna Said, sebagian Jalan Raya Bekasi di koridor 11 merupakan kawasan yang mengalami perubahan drastis untuk kondisi separator.

    Simak juga: Tabrak Separator Busway Transjakarta, Daihatsu Sigra Ringsek

    "Bahkan ada penurunan panjang separator dalam dua tahun terakhir," ucapnya. Pada tahun 2016, kata dia,  jalur Transjakarta yang belum terpasang separator sepanjang 179 kilometer.

    Sedangkan tahun ini panjang separator  Transjakarta yang belum terpasang menjadi 196 kilometer. “Bertambah panjang yang belum terpasang karena ada yang rusak dan hilang."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.