Selasa, 13 November 2018

Setelah Asian Games Berakhir, Jadi Apa Wisma Atlet Kemayoran?

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial Wisma Atlet Kemayoran di dekat Kali Item di Kemayoran, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018. Menjelang pelaksanaan Asian Games 2018, sebagai salah satu tempat penyelenggaraannya, Kota Jakarta terus berbenah dan mempercantik diri. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Foto aerial Wisma Atlet Kemayoran di dekat Kali Item di Kemayoran, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018. Menjelang pelaksanaan Asian Games 2018, sebagai salah satu tempat penyelenggaraannya, Kota Jakarta terus berbenah dan mempercantik diri. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wisma Atlet Kemayoran dikabarkan akan disewakan ke publik setelah perhelatan Asian Games 2018 berakhir. Namun kabar itu langsung dibantah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    Baca: Jaring Tak Efektif, Bau Kali Item Sampai ke Lobi Wisma Atlet

    "Belum diputuskan untuk disewakan karena masih tahap pembahasan,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan, yang juga menjabat pelaksana tugas Dirjen Pembiayaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid, Jumat, 19 Oktober 2018.

    Khalawi mengatakan wisma atlet adalah aset milik Sekretariat Negara (Setneg). Karena itu keputusan pengelolaan sepenuhnya ada di Setneg. Kementerian PUPR hanya mendapat tugas membangun wisma atlet untuk keperluan Asian Games dan Asia Para Games.

    Anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan itu Rp 3,787 triliun dan untuk revitalisasi event Asian Para Games Rp 152,9 miliar. Selanjutnya, Kementerian PUPR  menyerahkan wisma atlet kepada Setneg seusai Asian Para Games.

    Baca: Jokowi Turun Tangan Bantu Ahok Soal Wisma Atlet Kemayoran

    Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk menampung atlet yang mengikuti kejuaraan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Hunian tersebut memiliki sepuluh tower dengan total 7.426 unit, tujuh tower berada di C10 sebanyak 5.494 unit dan tiga tower di C2 sebanyak 1.932 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?