Kisruh Dana Hibah, Wali Kota Bekasi Siap Tolak Undangan Anies

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wali Kota dan wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi-Tri Adianto periode 2018-2023. Foto: Facebook

    Calon Wali Kota dan wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi-Tri Adianto periode 2018-2023. Foto: Facebook

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan menolak datang ke Balai Kota DKI untuk membahas perjanjian kerja sama pemanfaatan lahan TPST Bantargebang. Penolakan ekor dari Gubernur Anies Baswedan yang tidak menganggarkan hibah kemitraan seperti yang selama ini diterima dari gubernur Jakarta sebelumnya.

    Baca:
    Kisruh Hibah untuk Bekasi, Anies Anggap Semua Sudah Diserahkan

    “Seharusnya Gubernur (Jakarta) mengundang kami ke sana seperti zaman Pak Ahok ke Balai Kota,” katanya, Jumat 19 Oktober 2018. “Tapi kalau sekarang saya tidak mau (datang). Gubernur yang harus lihat ke Bantargebang, nanti saya yang mengantar,” katanya menambahkan.

    Kegusaran Rahmat berpangkal dari dana hibah kemitraan era Gubernur Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mandek pada tahun ini, 2018. Bahkan, Rahmat enggan membahas perjanjian kerja sama jika diwakilkan pejabat meskipun sekelas sekretaris daerah. Alasannya, bukan pembuat keputusan.

    Rahmat menilai kompensasi yang sudah diberikan tahun ini tak sebanding dengan dampak keberadaan TPST Bantargebang untuk warga Kota Bekasi. Dia menyambung, butuh komitmen dalam perjanjian kerja sama yang telah dibuat.

    Baca:
    Setahun Anies Baswedan, Puluhan Truk Sampah DKI Distop di Bekasi

    Saya kira kalau tidak ada keputusan, akan berlanjut (penghadangan truk). Jangankan dihentikan, ditutup (TPST Bantargebang) juga bisa,” kata Rahmat.

    Berdasarkan catatan Tempo, di era Gubernur Ahok, Kota Bekasi menadah dana hibah kemitraan yang terus melonjak nilainya dari tahun ke tahun. Pada 2015, hibah yang diterima senilai Rp 90 miliar, pada 2016 naik jadi Rp 200 miliar, dan 2017 dapat Rp 250 miliar.

    Pemerintah DKI era Anies Baswedan tak memberi hibah kemitraan ke Kota Bekasi dengan sejumlah alasan. Di antaranya adalah beban anggaran untuk program-program Anies-Sandi seperti OK OCE. Selain juga bersamaan dengan perhelatan Asian Games di Jakarta.

    Baca:
    Hibah 2018 Mandek, Kota Bekasi Minta Rp 3 Triliun untuk 2019

    Hal ini seperti yang pernah diutarakan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dan diingat Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Bappeda Kota Bekasi Marlina Lucianawati. "Jadi, untuk membantu daerah mitra tidak ada uangnya," ujar Marlina menirukan ucapan Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.