Rancangan APBD DKI 2019 Melar Rp 16 Triliun, Sekda: Banyak Usulan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Ketua Fraksi Partai Hanura Muhammad

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Ketua Fraksi Partai Hanura Muhammad "Ongen" Sangaji dan Sekda DKI Jakarta Saefullah dalam coffee morning di Ruangan Tempo Doeloe, Balai Kota, Selasa, 27 Februari 2018. Tempo/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD DKI 2019 membengkak hingga Rp16 triliun.

    Awalnya, dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2019 anggaran DKI tahun depan hanya berkisar Rp 87 triliun.

    Baca : Ini Daftar SKPD DKI yang Serapan Anggaran 2018 Terendah 

    "Dalam pembahasan dengan komisi kemarin, masukan-masukan dalam pembahasan itu kami bandingkan dengan angka Rp87 triliun, tapi kemarin jadi Rp103 triliun. Jadi kami defisit 16 triliun," ujar Sekda Saefullah di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Kamis, 22 November 2018.

    Saefullah mengatakan pembengkakan hingga triliunan itu terjadi karena adanya penebalan anggaran di kegiatan tertentu dan adanya kegiatan baru yang diusulkan anggota Dewan atau eksekutif, yang tidak masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) DKI 2019.

    Saat ini, kata Saefullah, pihaknya sedang menghitung ulang pemasukan dan pengeluaran atau balancing dalam rancangan APBD 2019. Penyeimbangan itu akan dilakukan dalam rapat pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta, yakni dengan pengurangan rancangan APBD 2019 sebelum ditetapkan DPRD.

    "Jadi dari kemarin kami baru dapat (mengurangi) sekitar Rp 300-an miliar dari Rp 16 triliun. Nanti akan kami cari terus sampai balance," ujar Saefullah.

    Salah satu program yang membuat rancangan APBD 2019 menjadi membengkak adalah program pembebasan lahan untuk proyek MRT Fase II dari Bundaran HI-Kampung Bandan. Program senilai Rp 217 miliar itu sebelumnya tak ada dalam RKPD.

    Simak juga :
    Mayat Dalam Lemari, Motif Pembunuhan Ciktuti Iin Soal Duit Rp 1,3 Juta

    Namun, meskipun menjadi salah satu penyebab anggaran membengkak, Saefullah memastikan program itu tetap berjalan. Alasannya, MRT merupakan salah satu Program Strategis Nasional.

    "Udah, itu (MRT) udah oke. Kalau engga, nanti ga bisa jalan dong. Jepangnya udah mau kerja Desember ini kan," ujar Saefullah tentang salah satu proyek yang membuat rancangan APBD DKI 2019 bengkak tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.