Keluarga Pelaku Pengeroyokan TNI Sepakat Teken Surat Damai

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) didampingi Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi (kiri) dan Direktur Reserse Kriminal Umum  Polda Metro Jaya Kombes Pol Roycke Harry Langie (kanan), menghadirkan sejumlah tersangka saat rilis kasus pengeroyokan anggota TNI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018.Sebanyak lima tersangka pengeroyokan di kawasan Ciracas telah ditangkap. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) didampingi Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi (kiri) dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Roycke Harry Langie (kanan), menghadirkan sejumlah tersangka saat rilis kasus pengeroyokan anggota TNI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018.Sebanyak lima tersangka pengeroyokan di kawasan Ciracas telah ditangkap. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta – Ramlah Nainggolan, ibu pelaku pengeroyokan TNI, menyatakan telah terjadi kesepakatan damai antara juru parkir dan personel TNI sebelum amuk massa terjadi. Ramlah mengatakan surat tersebut telah diteken pada Selasa malam oleh kedua belah pihak untuk mengakhiri perselisihan. 

    Baca: Pelaku Pengeroyokan TNI Telah Dipecat dari Ormas Pemuda Pancasila

    Hadir dalam pertemuan itu Kapten A. Komaruddin, 47 tahun, anggota TNI AL yang menjadi korban pengeroyokan dan anggota Pasukan Pengamanan Presiden Prajurit Satu Rivonanda Maulana. 

    “Surat itu ditandatangani oleh saya, Komaruddin, dan anggota Pasukan Pengamanan Presiden Prajurit Satu, Rivonanda Maulana—TNI yang turut membantu Komaruddin saat dikeroyok,” ujar Ramlah di rumahnya, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jumat, 14 Desember 2018.

    Surat tersebut diterbitkan di Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Pada saat penandatanganan berlangsung, tiga polisi beserta Kapolsek Ciracas Komisaris Agus Widartono, turut hadir sebagai saksi.

    Dua tersangka kasus pengeroyokan anggota TNI ditunjukkan kepada wartawan saat ungkap kasus pengeroyokan Anggota TNI di Polda Metrojaya, Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018. ANTARA/Reno Esnir

    Ramlah mengatakan surat perjanjian damai itu sekaligus mengiringi pelepasan anaknya dari sel kepolisian.

    Anak Ramlah, Agus Pryatna, sebelumnya dibekuk oleh polisi karena membantu rekannya sesama juru parkir, Herianto Panjaitan, mengeroyok Komaruddin.

    Kejadian ini bermula saat Herianto alias Etek hendak merapikan motor di pertokoan Arundina, Jalan Lapangan Tembak, Ciracas. Komaruddin, yang sedang memperbaiki knalpot kendaraannya, tersenggol motor yang dipegang Etek itu.

    Sejurus kemudian, terjadi adu mulut hingga baku-hantam antara Komaruddin dan Etek. Kejadian memanas saat Agus, Iwan, serta Dipo datang membantu Etek mengeroyok Komaruddin.

    Dua juru parkir, yang ikut mengeroyok Komarudin, baru saja menenggak minuman keras. Rivonanda, yang kebetulan lewat dan hendak membantu Komaruddin, turut jadi sasaran.

    Rumah orang tua terduga pelaku pengeroyokan anggota TNI yang dirusak massa tak dikenal pada Selasa malam, 11 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Istri Iwan, Suci Ramdani, juga turut terlibat dalam pertengkaran ini. Ia berniat melerai Iwan yang terus memukuli Komaruddin. Pengeroyokan berakhir setelah Rivonanda melarikan Komarudin dan putranya. 

    Buntut dari pengeroyokan itu, para pelaku diburu polisi. Sore itu juga, Agus dibawa ke kantor polisi. Sedangkan empat tersangka lain belum tertangkap.

    Komaruddin dan Rivonanda memutuskan berdamai dengan pelaku pengeroyokan. Keputusan ini disambut Ramlah.

    Mereka lantas membuat surat perdamaian. Dalam perjanjian damai yang disepakati dua anggota TNI dan pelaku, Agus dan kawan-kawannya dinyatakan telah menyelesaikan perkara. Surat ini dikuatkan dengan materai 6.000.

    Menurut salinan surat kesepakatan damai yang diterima Tempo, dokumen yang ditandatangani pihak pertama dan kedua itu hanya terdiri atas satu lembar. Pihak pertama diteken Komaruddin dan Rivonanda. Sedangkan pihak kedua diteken Ramlah sebagai perwakilan orang tua para juru parkir.

    Meski kedua belah pihak telah sepakat berdamai, pada malam harinya sekelompok massa mendatangi rumah orang tua Iwan Hutapea, dan merusak isi rumah. Perusakan juga terjadi di sekretariat ormas Pemuda Pancasila dan Polsek Ciracas. 

    Baca: Ibu Tersangka Pengeroyokan TNI Sebut Polisi Janji Bawa Anaknya...

    Kapolsek Ciracas Agus Widartono emoh membahas soal perjanjian damai atau hal-hal lain yang menyangkut peristiwa kisruh massa itu. Menurut Agus, ia akan menjalankan fungsinya sebagai Kepala Polsek Ciracas sebelum pensiun 4 tahun mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.