Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Setiap 26 April Diperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia, Ini Awal Penetapannya

image-gnews
Hormati hak cipta! TEMPO/Fahmi Ali
Hormati hak cipta! TEMPO/Fahmi Ali
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Setiap 26 April diperingati sebagai Hari Kekayaan Intelektual Sedunia. Perayaan ini telah ada sejak tahun 2001 yang diresmikan oleh organisasi kekayaan intelektual dunia atau World Intellectual Property Organization (WIPO). 

Perayaan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia selalu mengangkat tema yang berbeda-beda setiap tahunnya. Pada perayaan tahun 2024 kali ini, tema yang diangkat ialah Kekayaan Intelektual dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Membangun Masa Depan Bersama dengan Inovasi dan Kreativitas

Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan serentak dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia Tahun 2024 di antarany : IP Talks: Seminar Perempuan Berkarya, Indonesia Cemerlang; TISC Workshop; Intellectual Property Expo; IP Fun Walk; National Seminar of Intellectual Property WIPO Awards; IP Crime Forum dan Kantor Wilayah turut menyemarakkan dengan menggelar IP Podcast, RuKI Bergerak dan Mobile Intellectual Property Clinic.

Adapun perayaan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2024 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman akan kekayaan intelektual bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia melalui peran kantor wilayah, sebagaimana diungkapkan oleh Tim DJKI. 

Sejarah Hari Kekayaan Intelektual

Hak Kekayaan Intelektual atau yang disingkat HaKI merupakan wujud pengakuan dan perlindungan diri atas karya-karya yang sudah diciptakan oleh seseorang.

Dalam siklus kehidupan, manusia berusaha untuk memenuhi sandang, pangan dan papan. Untuk membantu mewujudkan tujuan itu, manusia pun mulai berpikir menciptakan berbagai alat-alat penunjang di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Penciptaan alat-alat tersebut lahir dari kekayaan intelektual seseorang melalui  daya cipta, waktu, tenaga, pikiran, rasa, dan karsa yang panjang. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hal inilah yang turut menjadi keresahan bersama dalam organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) atas pentingnya perlindungan kekayaan intelektual. Dikutip dari lampung.kemenkumham.go.id, pada 2001, melalui organisasi kekayaan intelektual dunia atau World Intellectual Property Organization (WIPO) diputuskan bahwa setiap 26 April diperingati sebagai Hari Kekayaan Intelektual Sedunia. Pemilihan tanggal ini berdasarkan Konvensi Pembentukan WIPO pada 14 Juli 1967 yang menjadi hari berdirinya WIPO. Namun, WIPO baru mulai aktif beroperasi pada 26 April 1970 dan resmi menjadi lembaga PBB pada 1974.

Dilansir dari laman resmi wipo.int, Hari Kekayaan Intelektual Sedunia menekankan pentingnya sistem kekayaan intelektual yang seimbang untuk mengakui dan memberi penghargaan kepada para penemu dan pencipta atas karya mereka dan memastikan bahwa masyarakat mendapat manfaat dari kreativitas dan kecerdikan mereka. Perayaan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelindungan kekayaan intelektual. 

Hak Kekayaan Intelektual memungkinkan para peneliti, penemu, pelaku bisnis, perancang, seniman, dan pihak lain untuk secara hukum melindungi hasil inovasi dan kreatif mereka serta mendapatkan keuntungan ekonomi dari hasil tersebut.

NI MADE SUKMASARI I  NAOMI A. NUGRAHENI

Pilihan Editor: Kenali Perbedaan HAKI, Hak Cipta, dan Hak Paten Tak Semua Orang Berhak

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Manggis Saburai dan Damar Mata Kucing, 2 Komoditas Indikasi Geografis Lampung Potensi Ekspor

20 jam lalu

Kemenkumham Lampung menggelar Mobile Intellectual Property Clinic (MIC) dan Drafting Indikasi Geografis Tahun 2024 di Bandar Lampung, Juli 2024  Foto: dokumen Kemenkumham Lampung
Manggis Saburai dan Damar Mata Kucing, 2 Komoditas Indikasi Geografis Lampung Potensi Ekspor

Kakanwil Kemenkumham Sorta Delima Lumban Tobing mengatakan potensi ekspor ke luar negeri menjadi peluang getah damar merambah pasar dunia.


Maestro Tari Sumatera Selatan Elly Rudy Meninggal,

2 hari lalu

Maestro Tari Sumatera Selatan dan Pencipta Tari Tanggai, Nurul Laili Anggraini Soewondo atau yang akrab dipanggil Bunda Elly Rudy, tutup usia pada Selasa, 16 Juli 2024. Dok. Bunda Elly Rudy.
Maestro Tari Sumatera Selatan Elly Rudy Meninggal,

Maestro Tari Sumatera Selatan dan Pencipta Tari Tanggai, Elly Rudy meninggal pada usia 76 tahun.


Bamsoet Dukung Kemah Kreatifitas Seniman Muhammadiyah

4 hari lalu

ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima kunjungan Lembaga Seni Budaya PP Muhammadiyah, di Jakarta, Senin 15 Juli 2024.
Bamsoet Dukung Kemah Kreatifitas Seniman Muhammadiyah

Bambang Soesatyo, memberikan dukungan penuh terhadap Kemah Kreatifitas Nasional Seniman dan Budayawan Muhammadiyah yang akan diselenggarakan di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada tanggal 19 - 21 Juli 2024


Top 3 Tekno: Riset Efek Daun Kratom Setara Morfin, Profil dan Cara Kerja Brain Cipher, Kunci PDNS Diberikan

16 hari lalu

Seorang warga memperlihatkan dua lembar daun kratom atau daun purik jenis tulang merah di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Minggu 13 September 2020. Tanaman kratom (mitragyna speciosa) memiliki tiga jenis varian yaitu tulang merah (Red Vein), tulang hijau (Green Vein) dan tulang putih (White Vein) tersebut menjadi komoditas pertanian unggulan di daerah setempat. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/pras.
Top 3 Tekno: Riset Efek Daun Kratom Setara Morfin, Profil dan Cara Kerja Brain Cipher, Kunci PDNS Diberikan

Topik tentang riset peneliti BRIN mengungkap daun kratom menghasilkan efek pereda nyeri setara morfin menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno.


Riset Peneliti BRIN, Efek Pereda Nyeri dari Daun Kratom Hampir Setara Morfin

17 hari lalu

Daun Kratom (wikipedia)
Riset Peneliti BRIN, Efek Pereda Nyeri dari Daun Kratom Hampir Setara Morfin

Efek analgesik alkaloid kratom hampir sama dengan efek analgesik yang ditimbulkan morfin.


Peneliti BRIN Ungkap Fakta Gelombang Panas di Asean: Naik Signifikan, Picu Krisis Pangan dan Kesehatan

18 hari lalu

Warga menggunakan payung saat aktivitas di luar ruangan menghindari terik matahari di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa 7 Mei 2024. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa fenomena gelombang panas di sebagian wilayah Asia dalam sepekan terakhir tidak berkaitan dengan kondisi suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia. TEMPO/Subekti.
Peneliti BRIN Ungkap Fakta Gelombang Panas di Asean: Naik Signifikan, Picu Krisis Pangan dan Kesehatan

Gelombang panas yang terjadi di Indonesia memiliki korelasi yang linear dan secara umum dipengaruhi oleh fenomena El Nino.


ArtJog 2024, Ada Apa Saja dan Harga Tiket Masuknya

21 hari lalu

Suasana pameran seni ArtJog 2024 di Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
ArtJog 2024, Ada Apa Saja dan Harga Tiket Masuknya

Festival seni kontemporer ArtJog kembali digelar mulai 28 Juni - 1 September 2024 di Jogja National Museum, Yogyakarta.


ArtJog 2024 Dimulai, Seniman Cilik Yogya Louis Gilbert Yulianto Usung Figur Robot Bercerita

21 hari lalu

Seniman cilik yang karyanya terpilih pada ArtJog 2024 Louis Gilbert Yulianto asal Yogyakarta. TEMPO/Pribadi Wicaksono
ArtJog 2024 Dimulai, Seniman Cilik Yogya Louis Gilbert Yulianto Usung Figur Robot Bercerita

Salah satu yang menarik dalam gelaran ArtJog tahun ini adalah adanya program ArtJog Kids yang menjaring talenta kalangan seniman anak-anak.


Potensi La Nina 2024, Peneliti BRIN: Redam Kekeringan di Indonesia Barat Saat Kemarau

22 hari lalu

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2024 angkat tema #Restorasi Generasi. Anak-anak dipandang rentan terhadap krisis iklim, termasuk yang berupa kekeringan dampak kemarau. SAVE THE CHILDREN INDONESIA
Potensi La Nina 2024, Peneliti BRIN: Redam Kekeringan di Indonesia Barat Saat Kemarau

Kebanyakan model prediksi cuaca mengindikasikan kemunculan La Nina pada September mendatang.


Nalakala, Patung Karya Roby Dwi Antono Menghiasi Pameran di Spanyol

22 hari lalu

Seorang pengunjung mengamati patung karya Roby Dwi Antono yang dipamerkan di Kota Ibiza, Spanyol. Foto: Instagram.
Nalakala, Patung Karya Roby Dwi Antono Menghiasi Pameran di Spanyol

Seorang seniman asal Yogyakarta, Roby Dwi Antono sukses memamerkan patung monumentalnya di Ibiza, Spanyol.