Pengamanan Imlek 2019, Polda Metro Jaya Kerahkan 5.000 Personel

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Tionghoa Indonesia beribadah di Vihara Dharma Bakti Petak Sembilan, Jakarta, Senin, 4 Februari 2019. Perayaan tahun baru Imlek 2570 akan dilaksanakan pada hari selasa, 5 Februari 2019, yang merupakan Tahun Babi Tanah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga Tionghoa Indonesia beribadah di Vihara Dharma Bakti Petak Sembilan, Jakarta, Senin, 4 Februari 2019. Perayaan tahun baru Imlek 2570 akan dilaksanakan pada hari selasa, 5 Februari 2019, yang merupakan Tahun Babi Tanah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada perayaan tahun baru Imlek 2019, Polda Metro Jaya mengerahkan 5.000 personel untuk menjaga keamanan kegiatan masyarakat Tionghoa pada hari ini. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy mengatakan personel yang diturunkan pada Selasa, 5 Februari 2019 berasal dari gabungan polisi, TNI dan Satpol PP.

    Baca: Perayaan Imlek 2019, Anies Akan Kembali Kunjungi Vihara Petak Sembilan

    "Di tempat ibadah (kami) menempatkan anggota yang berseragam dan tidak berseragam. Kami juga melakukan kegiatan patroli bersama-sama dengan TNI dan Satpol PP," ujar Gatot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 4 Februari 2019. 

    Gatot juga mengerahkan intelijen di beberapa tempat ibadah yang memiliki potensi ancaman keamanan. Penempatan intelijen diharapkan dapat mencegah hal yang tak diinginkan saat perayaan imlek tersebut. 

    Hari ini,  warga Tionghoa merayakan tahun baru Imlek 2570 yang merupakan Tahun Babi Tanah. Dalam perayaan itu, masyarakat akan datang ke Vihara dan melakukan doa serta ritual ibadah menyambut tahun baru Imlek.

    Baca: Tahun Baru Imlek, Anies Baswedan Akan Hadir Saat Cap Go Meh

    Selain mengerahkan ribuan personel, Eddy juga berusaha meningkatkan koordinasi dengan Pemprov DKI dan TNI untuk menjaga keamanan pada perayaan tahun baru Imlek 2019. Kemarin, Eddy telah mengunjungi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal Eko Margiono. "Kami menguatkan sinergi yang sudah selama ini dibangun bersama-sama untuk menjaga kondusivitas di DKI ini," ujar Eddy. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?