Kata Warga Soal Lokasi Kecelakaan Mengerikan di Jalan Margonda

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    TEMPO.CO, Depok -Lokasi kecelakaan maut yang menyebabkan seorang wanita muda tewas secara mengerikan di Jalan Margonda, Kota Depok, dinilai warga sekitar sebagai lokasj yang sering terjadi kecelakaan.

    Salah satunya diakui Akil, 30 tahun, pedagang rokok setempat yang berjualan tak jauh dari lokasi. Ia mengatakan, di lokasi itu tak sedikit kecelakaan ringan sering terjadi dilokasi.

    Baca : Kronologi Kecelakaan Tragis Perempuan Muda di Margonda Depok

    “Sering aja, nggak tau berapa kalinya. Pokoknya sering,” kata Akil kepada Tempo, Selasa 9 April 2019.

    Terpisah, Kasat Lantas Polresta Depok, Komisaris Sutomo membenarkan hal tersebut. Sutomo mengatakan, dalam dua bulan kebelakang sudah terjadi kurang lebih tiga kali kecelakaan.

    “Namun korban tewas baru ini, memang disana kami sebut sebagai lokasi black spot,” kata Sutomo.

    Sutomo mengatakan, alasan pihaknya menyebut lokasi tersebut black spot karena lokasi jalan yang agak lebar sehingga pengendara sering memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. “Namun kondisi jalannya agak berbelok, makanya kami himbau agar tidak memacu kecepatan tinggi,” katanya.

    Simak juga :
    Ditabrak di Margonda Depok, Perempuan Muda Tewas Mengenaskan

    Sebelumnya, seorang wanita Ita Sachari, 27 tahun mengalami kecelakaan maut di jalan Margonda, Pondok Cina, Beji, Senin 8 April 2019 sekitar pukul 05.00.

    Ita mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi jalan Margonda, Depok, tepatnya di depan showroom mobil Jaya Baru. Motor Honda Vario B 3678 ENU yang dikendarainya menyenggol separator dan oleng. Ita terpental hingga kepalanya tersangkut di pagar sling dan tewas mengenaskan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.