Melihat Anies Mendongeng Si Piko di Gerakan #Bacajakarta

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  membacakan dongeng Gara-gara Piko di hadapan anak-anak di Balairung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membacakan dongeng Gara-gara Piko di hadapan anak-anak di Balairung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup gerakan #Bacajakarta hari ini, Sabtu, 4 Mei 2019. Saat acara penutupan di Balai Kota, Jakarta Pusat, di depan ratusan anak-anak, Anies tampil menghibur.

    Gubernur lantas membaca buku dongeng. "Cerita yang akan saya bacakan berjudul 'Gara-gara Piko'," ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.

    BacaBegini Anies Jawab Keluhan Warga Jakarta Soal PBB Naik 100 Persen 

    Anies mulai membacakan dongeng sambil sesekali menambahkan ekspresi untuk menggambarkan reaksi tokoh di dalam cerita tersebut. Anak-anak berusia 7 - 12 tahun yang mendengarkan terlihat tertatik dengan aksi Gubernur Anies. Sesekali mereka tertawa dan bertepuk tangan.

    Dongeng Anies tersebut tentang seekor burung bernama Piko yang tak sengaja menumpahkan berbagai macam cat. Terpikirlah ide iseng. Piko lantas mengecat warna-warni semua rumah di kampungnya. Warga kampung pun marah besar. Mereka segera mengejar Piko sampai ke atas bukit untuk meminta pertanggungjawaban. Sampai di atas bukit, warga malah tak jadi marah. Mereka justru senang dan takjub setelah melihat kampungnya menjadi berwarna-warni gara-gara Piko.

    Ketika pembacaan dongeng berakhir, selesai pula kegiatan Gerakan #Bacajakarta, program Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan DKI Jakarta. yang dihelar selama April di 100 titik ruang baca yang tersebar di Jakarta. Titik ruang baca itu mencakup perpustakaan umum, perpustakaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), perpustakaan rusun, Taman Baca Masyarakat, Pojok Baca, dan Garasi Baca. 

    Anies mengatakan gerakan ini salah satu ikhtiar DKI dalam menumbuhkan minat baca masyarakat, setelah membuat Pasar Buku di Kenari, Jakarta Pusat. Ia berharap dampak dari gerakan ini tak hanya membuat anak-anak gemar membaca, tapi juga gemar belajar.

    SimakAnies Cerita Cara Ibunya Tumbuhkan Budaya Membaca Saat Kecil

    "Jakarta adalah learner city. Perubahan di dunia berlangsung begitu cepat, generasi baru kita harus memiliki kemampuan belajar terus menerus," kata Pak Gubernur Anies.

    Dari gerakan ini, Anies mengatakan ada 3.551 anak yang tergabung. Selain anak-anak, #Bacajakarta juga melibatkan 928 relawan yang terdiri dari kalangan profesional dan mahasiswa. Tugas mereka adalah mendampingi anak-anak ketika membaca.

    M. JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.