Perempuan Kedua di Video Ancam Jokowi, Begini Penuturan Rosiana

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana massa di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, yang akan mendampingi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi untuk melaporkan dugaan kecurangan, Jumat 10 Mei 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    Suasana massa di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, yang akan mendampingi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi untuk melaporkan dugaan kecurangan, Jumat 10 Mei 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Rosiana mengaku tak mengetahui ada ucapan mengancam Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Dia juga mengaku baru pertama kali ikut unjuk rasa dan merasa 'apes' langsung berurusan dengan polisi karena terkait tuduhan makar.

    Baca:
    Rosiana Terseret Video Ancam Jokowi, Ibu Menangis

    Ibunda Rosiana, Haryati, mengungkapkannya saat ditemui di kediamannya di Gang Waru, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu 18 Mei 2019. Rosiana bercerita kepada Haryati bahwa dirinya hanya ingin swafoto di tengah demonstrasi bersama massa pemenangan capres Prabowo di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta Pusat, pada 10 Mei 2019.

    "Aku juga kaget kok dia langsung ngomong gitu," kata Haryati menirukan perkataan Rosiana.

    Haryati merujuk kepada Hermawan Susanto yang kini telah ditetapkan tersangka karena ancaman verbalnya hendak memenggal kepala Jokowi. Ucapannya itu telah membuat swavideo Ina Yuniarti viral di media sosial. Ina belakangan juga dijadikan tersangka makar dan pelanggaran UU Informasi Transaksi Elektronik.

    Saat ini Rosiana berstatus sebagai saksi. Dalam video, Rosiana tiba-tiba datang di tengah-tengah Ina dan Hermawan lalu mengacungkan dua jari sesuai nomor urut capres Prabowo Subianto. 

    Baca: 
    2 Perempuan dalam Video Ancam Jokowi Tiba di Polda Metro

    Berdasarkan penuturan putrinya itu, Haryati berujar Rosiana tak bersalah. Kepadanya pula, Rosiana mengaku tak saling kenal dengan Hermawan Susanto dan Ina Yuniarti. Rencananya, kata Haryati, Rosiana akan kembali menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya Senin 20 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.