Operasi Pasar Daging di Jakarta Hingga H-1 Lebaran di 100 Titik

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pedagang daging dan harga daging. getty images

    Ilustrasi pedagang daging dan harga daging. getty images

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekjen Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (APJI) Diana Dewi mengatakan operasi pasar daging di Jakarta terus digelar sampai H-1 lebaran.

    Baca: Permintaan Pangan DKI Naik Saat Ramadan, Tertinggi Daging

    "Operasi pasar terus dilakukan sejak awal Ramadhan sampai dengan H-1 lebaran untuk menstabilkan harga daging di Jakarta dan sekitarnya," kata Diana dalam acara buka puasa bersama 1.000 anak yatim bertempat di Jakarta Utara, Jumat 24 Mei 2019.

    Diana memperkirakan permintaan daging akan meningkat di Ramadan dan Lebaran 2019 dibandingkan tahun 2018.

    "Saya berharap pemerintah segera membuka keran impor daging untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan menjelang lebaran, sebab stok yang ada sekarang hanya untuk empat bulan, sementara menjelang Lebaran biasanya permintaan naik tiga kali lipat," ujar Diana.

    Operasi pasar daging sapi dan kerbau beku ini dilaksanakan di seluruh wilayah Jakarta ditambah dengan Depok, Bekasi dan Bogor di 100 titik lokasi diselenggarakan sejak awal Ramadan sampai nanti H-1.

    Daging beku operasi pasar dijual dengan harga Rp 70.000 per kilogram, sedangkan harga normal di pasar saat ini di kisaran Rp 80.000 per kilogram.

    Diana memperkirakan permintaan daging  akan terus meningkat sampai menjelang lebaran. Apalagi berdasarkan data telah terjadi kenaikan daya beli masyarakat Jakarta sebesar 10 persen.

    Diana juga menyampaikan saat H-1 nanti melalui Toko Daging Nusantara di Kranggan Bekasi akan digelar pasar murah daging beku dengan harga Rp 65.000 per kilogram.

    Namun jumlahnya akan dibatasi mengingat stok yang tersedia untuk operasi pasar murah itu hanya 5 ton. 

    Diana mengatakan untuk stabilitas harga daging sapi sulit untuk mengandalkan sapi dan kerbau lokal. Untuk itu pemerintah harus segera membuka keran impor khususnya dari Selandia Baru.

    "Memang pemerintah tengah melaksanakan program pembiakan sapi lokal melalui inseminasi buatan, namun hasilnya tentu baru akan terlihat dalam waktu dua atau tiga tahun mendatang," ujar Diana.

    Baca: Puncak Arus Mudik di Tol JORR H-3 Lebaran

    Selama ini, kata Diana, konsumsi daging di Indonesia rata-rata berkisar 2,5 kilogram per kapita. "Namun biasanya menjelang lebaran ini konsumsi ini meningkat tiga kalinya."



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.