Penyebab Polisi Tolak Diversi 9 Anak Terlibat Kerusuhan 22 Mei

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Aksi 22 Mei melempari petugas kepolisian saat kerusuhan di jalan tol dalam kota, kawasan Slipi, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Akibat demo 22 Mei di beberapa titik di ibu kota, lalu lintas tol dalam kota sempat lengang pada pagi hingga siang tadi. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Massa Aksi 22 Mei melempari petugas kepolisian saat kerusuhan di jalan tol dalam kota, kawasan Slipi, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Akibat demo 22 Mei di beberapa titik di ibu kota, lalu lintas tol dalam kota sempat lengang pada pagi hingga siang tadi. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta -Polisi menolak proses diversi sembilan dari 58 anak yang dititipkan di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani karena terlibat kerusuhan 22 Mei.

    Kepala Rehabilitasi Handayani, Neneng Hariyani, mengatakan proses hukum anak yang ditolak masih terus berjalan di pihak kepolisian. 

    Baca : Merasa Diancam Polisi, Keluarga Korban Tewas Saat Kerusuhan 22 Mei Lapor ke LPSK

    Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara dari proses peradilan ke proses di luar peradilan pidana.

    "Yang diversinya ditolak jadi tetap disidik oleh polisi," kata Kepala Balai saat dihubungi, Senin, 17 Juni 2019.

    Dari 58 anak yang dititipkan, kata Neneng, sebanyak 17 anak telah dikembalikan kepada orang tuanya setelah melalui proses diversi. Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara dari proses peradilan ke proses di luar peradilan pidana.

    Sedangkan, kata dia, sisanya akan direhabilitasi selama satu bulan sampai enam bulan. Anak yang direhabilitasi selama enam bulan ada 23 orang. Sedangkan, sisanya ada yang enam bulan karena dianggap sebagai pelaku kerusuhan.

    "Yang satu bulan direhabilitasi adalah anak yang ikut-ikutan. Setelah direhabilitasi mereka akan dikembalikan kepada orang tuanya."

    Baca juga : Terbukti Tak Terlibat Kerusuhan 22 Mei, Balai Rehabilitasi: 13 Anak Dipulangkan

    Neneng menuturkan, sembilan anak yang ditolak proses diversinya oleh polisi masih mempunyai kesempatan di tingkat kejaksaan. Sembilan anak tersebut, kata dia, masih bisa mengajukan diversi oleh jaksa. "Jadi belum tertutup proses diversi untuk sembilan anak itu," ujarnya.

    Menurut Neneng, ada sejumlah alasan yang menyebabkan sembilan anak gagal mengajukan proses diversi kepada polisi, terkait peristiwa kerusuhan 22 Mei. "Tapi yang mengetahui alasan itu polisi mengapa mereka menolak diversi sembilan anak itu," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.