Minggu, 22 September 2019

Anies Bicara Soal Demo di Sidang Putusan Mahkamah Konstitusi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut membersihkan jalan sisa demonstrasi dan huru hara di depan Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut membersihkan jalan sisa demonstrasi dan huru hara di depan Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan optimistis unjuk rasa yang menyertai rencana sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi akan berjalan tenang. Ia juga menjelaskan siap mendukung pengamanan. 

    Baca: Aktivitas Kantor Kementerian Tetangga Mahkamah Konstitusi Normal

    "Kami optimistis berjalan dengan tenang, dan (kami) menghargai prinsip demokrasi," ujar Anies saat berada di Gedung DPRD DKI, Rabu 26 Juni 2019. 

    Anies mengatakan untuk melakukan pengamanan, Pemprov DKI berkoordinasi dengan kepolisian dan Kodam Jaya. Selain itu Pemprov DKI juga mendukung rekayasa lalu lintas agar demonstrasi dan pengamanan dapat berjalan kondusif. 

    Sidang pemeriksaan saksi dan bukti sengketa hasil pilpres sudah selesai digelar pada Jumat lalu. Sejak Senin, 24 Juni, hakim MK melakukan rapat permusyawaratan untuk memutuskan menolak atau mengabulkan gugatan. Berdasarkan jadwal, putusan MK akan diumumkan pada Kamis hari ini, 27 Juni 2019.

    Sejumlah kelompok menyatakan bakal berunjuk rasa pada masa rapat permusyawaratan hakim di Gedung MK. Persaudaraan Alumni 212, misalnya. Juru bicaranya, Novel Bamukmin, mengatakan aksi bertujuan untuk mendorong majelis hakim konstitusi agar segera mendiskualifikasi calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam putusan sidang sengketa pilpres.

    Baca: 47 Ribu Aparat Gabungan Jaga Mahkamah Konstitusi, KPU, dan Bawaslu

    Kelompok ini berafiliasi ke kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, kubu yang mengajukan gugatan. “PA 212 akan fokus ambil bagian sebagai pelaksana aksi,” katanya, Selasa, 25 Juni 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe