Kebijakan Ladies Parking Viral di Medsos, Ini Jawab Pemkot Depok

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengendera melewati tulisan

    Para pengendera melewati tulisan "Selamat Datang di Depok" di jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, 10 April 2018. Rencananya Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberlakukan Electronic Road Pricing (ERP) alias berbayar di Jalan Margonda Depok. Rencana itu masih dalam kajian mendalam antara Pemprov dengan Pemerinah Kota Depok. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, menjawab kritik perihal pemisahan parkir kendaraan bermotor pengendara laki-laki dan perempuan. Pemisahan lewat kebijakan ladies parking telah diterapkan di antaranya di Balai Kota dan RSUD Depok.  

    Baca juga: 3 Alasan Wali Kota Depok Larang Film Kucumbu Tubuh Indahku

    Menurut Dadang, kebijakan menyediakan area parkir kendaraan untuk perempuan atau ladies parking dalam rangka pengarusutamaan gender khususnya perempuan. Ia juga menyebut kalau kebijakan tersebut sudah ada lama.  

    "Artinya bukan baru saat ini ketika diviralkan, karena tujuan (parkir ini) memang untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada perempuan," ujar Dadang, Rabu 10 Juli 2019.
     
    Dia menambahkan, kebijakan pembagian parkir khusus perempuan dan pria juga dilakukan di luar Kota Depok. Sedang di dalam kota Depok, bukan hanya di kantor instansi pemerintah, "Tetapi ada pula pusat perbelanjaan seperti Margo City." 
     
    Penerapan kebijakan ladies parking oleh Pemerintah Kota Depok. Foto Dok Pemkot Depok.
     
    Dadang menuturkan, kebijakan soal parkir itu pun bersifat imbauan. Khusus untuk spanduk ladies parking di RSUD yang saat ini viral di media sosial, dia mengklaim, sudah ada sejak 2017. "Program ini tentu bertujuan baik dan untuk memuliakan perempuan," katanya lagi.
     
    Spanduk ladies parking yang dimaksud Dadang memang mengundang aneka komentar dari netizen. Sebagian mengkritiknya dengan jenaka seperti menuliskan '(motor) takut hamil' atau 'Kalau cuma sekadar dibatasi rantai sih masih bisa lirik2an motornya'.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.