Anies Revitalisasi TIM Rp 1,8 T, Planetarium Tanya Dapat Apa

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (kiri) dan perwakilan Budayawan  Salim Said  (kedua kiri) memukul layar tanda dimulainya groundbreaking proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. Revitalisasi TIM dilakukan tiga tahap dan ditargetkan dapat rampung Agustus 2021. ANTARA

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (kiri) dan perwakilan Budayawan Salim Said (kedua kiri) memukul layar tanda dimulainya groundbreaking proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. Revitalisasi TIM dilakukan tiga tahap dan ditargetkan dapat rampung Agustus 2021. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Planetarium dan Observatorium Jakarta mengaku belum mengetahui detail rencana revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) di mana planetarium berada di dalamnya. Peresmian revitalisasi telah dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu 3 Juli 2019.

    Baca: Anies Mulai Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Rp 1,8 Triliun

    Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium dan Observatorium Jakarta, Eko Wahyu Wibowo, masih bertanya-tanya revitalisasi seperti apa yang akan menyentuh planetarium. "Apakah hanya akan dipoles di bagian luarnya atau secara menyeluruh, kami belum tahu?" katanya, Jumat 12 Juli 2019.

    Eko sangat berharap revitalisasi TIM senilai Rp 1,8 triliun menyisihkan anggaran untuk perbaikan dan perawatan alat-alat di planetarium. Dia mengungkapkan Planetarium dan Observatorium Jakarta terkendala perangkat simulasi benda-benda langit.

    Kesulitan dialami setelah perusahaan teknologi Carl Zeiss Jerman memutuskan tidak lagi menjual dan melakukan perawatan suku cadang terhadap Planetarium dan Observatorium Jakarta pada tahun lalu. Sejak itu perawatan dan perbaikan alat rusak dilakukan mandiri.

    Baca: Dana Hibah Buat TIM, Djarot: Mau Masuk Penjara?

    "Kalau ada anggaran untuk perangkat-perangkat yang rusak dalam perencanaan revitalisasi mendatang, tentu akan lebih baik,” katanya.

    Eko berharap rencana revitalisasi TIM akan memperkuat peran Planetarium dan Observatorium Jakarta sebagai sarana pendukung edukasi dan sains bagi masyarakat.

    Revitalisasi TIM akan dilakukan dalam dua tahap. Fase pertama adalah pembangunan fasilitas baru seperti Plaza Graha Bhakti Budaya, Masjid Amir Hamzah, hotel, pusat kuliner, galeri seni, gedung perpustakaan dan pos pemadam kebakaran. Sedangkan fase kedua mencakup asrama seni budaya, theater arena, dan sejumlah renovasi pada gedung Planetarium.

    Baca: Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Akan Hilangkan Bioskop XXI

    Dalam peletakan batu pertama, Gubernur Anies Baswedan menyebut rencana revitalisasi sudah disiapkannya sejak November 2018 dan ditargetkannya rampung 2021. "Jadi yang ingin ditumbuhkan di TIM bukan sekadar bangunannya tapi justru ekosistem yang sehat," ujar Anies.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.