Kasus 22 Mei, Sufmi Dasco Jadi Penjamin Penangguhan Sopir Ojol

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direskrimum Polda Metro Jaya  Kombes Pol Suyudi Ario Seto (kanan) saat menijau pendataan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus kerusuhan 21-22 Mei di Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019.   Para tersangka ditangkap di sejumlah titik kerusuhan berbeda, yaitu di Bawaslu, Tanah Abang, dan Slipi Petamburan. ANTARA/Reno Esnir

    Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto (kanan) saat menijau pendataan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus kerusuhan 21-22 Mei di Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019. Para tersangka ditangkap di sejumlah titik kerusuhan berbeda, yaitu di Bawaslu, Tanah Abang, dan Slipi Petamburan. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengemudi ojek online bernama Arya Rahardian alias Iyo mendapatkan penjamin penangguhan penahannya dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Bidang Hukum dan Advokasi Sufmi Dasco Ahmad. Iyo ditangkap saat anggota Brimob menyisir kawasan Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat terkait rusuh 22 Mei pada 23 Mei 2019.

    Iyo ditangkap lantaran dituduh terlibat pada rangkaian kerusuhan 22 Mei 2019 di sekitar kawasan gedung Badan Pengawas Pemilu. "Surat jaminan penangguhan penahanannya saya sudah terima dari Pak Dasco. Nanti akan saya serahkan ke penyidik," kata keluarga Iyo yang tak mau namanya disebut saat ditemui di Kampung Bali, Selasa, 16 Juli 2019.

    Selain Iyo, kata dia, Dasco menjadi penjamin penangguhan penahanan ratusan orang yang ditangkap polisi saat kerusuhan 22 Mei. Dasco, menurut dia, mau menjadi penjamin karena menganggap saudaranya tidak terlibat dalam kerusuhan tersebut.

    "Pak Dasco menjamin satu-satu penangguhan semua yang ditangkap saat kerusuhan. Termasuk Iyo ditangguhkan Pak Dasco," kata dia.

    Selama ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, kata dia, keluarga sulit untuk menemui para tahanan kerusuhan 22 Mei lalu. Keluarga Iyo baru sekali menemui pemuda berusia 30 tahun itu pada hari kedua Lebaran. "Setelah itu belum bisa menemui lagi. Banyak teman Iyo mau jenguk saja ditolak," ujarnya.

    Saat ditemui, menurut dia, luka di kepala Iyo sudah mengering. Iyo mendapatkan luka cukup parah karena dipopor senjata oleh anggota Brimob. "Saat ditemui kondisinya sudah lebih baik," kata dia.

    Saat dihubungi terpisah, Dasco membenarkan menjadi penjamin sekitar 200 orang yang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya karena diduga terlibat dalam kerusuhan. Adapun warga yang dijamin penangguhan penahanan adalah mereka yang memang tidak terlibat dalam kerusuhan tersebut.

    "Atas rasa kemanusiaan dan kemauan saya sendiri untuk menangguhkan penahanan mereka," kata Dasco. "Yang terbukti terlibat dan membawa senjata tajam saat kerusuhan saya tidak tangguhkan penahanannya".

    Namun Dasco belum memastikan apakah Iyo sudah dibebaskan atau belum diantara para tersangka rusuh 22 Mei itu. "Kalau sudah dijamin tapi belum keluar nanti kami cek penasihat hukum yang ditugasi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.