Lebaran Betawi Berakhir Hari Ini, BMKG: Jakarta Cerah Berawan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok musik mementaskan Tanjidor  saat Lebaran Betawi 2019 di lapangan silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu, 20 Juli 2019. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Lebaran Betawi 2019 yang ke-12 bertemakan

    Kelompok musik mementaskan Tanjidor saat Lebaran Betawi 2019 di lapangan silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu, 20 Juli 2019. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Lebaran Betawi 2019 yang ke-12 bertemakan "Dengan Budaye Kite Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Indonesia". ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca untuk wilayah DKI Jakarta cerah berawan sepanjang hari. Termasuk kawasan Jakarta Pusat yang menjadi lokasi perhelatan  Lebaran Betawi 2019 pada Jumat-Ahad ini di Monas.

    Berdasarkan laman resmi bmkg.go.id pada pagi ini, Minggu, 21 Juli 2019, suhu di Jakarta diperkirakan berkisar 25-33 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban 60-90 persen. Tidak ada peringatan dini terkait kondisi cuaca di Jakarta yang dikeluarkan oleh BMKG untuk seluruh wilayah Jakarta hari ini.

    Kondisi yang sama juga akan terjadi di wilayah kota-kota penyangga, seperti Bekasi dan Tanggerang yang cerah berawan. Sedangkan untuk wilayah Kota Depok diprediksi berawan pada siang hari dan hujan ringan pada malam harinya. Untuk Kota Hujan Bogor akan turun hujan sejak siang hari dengan intensitas ringan sampai malam hari.

    BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Depok dan Bogor. "Waspada potensi terjadi hujan yang di sertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Bogor, Cianjur, Sukabumi dan Depok pada siang hingga malam hari," tulis BMKG dalam prakiraan hari ini.

    Gubernur DKI Anies Baswedan dijadwalkan mengunjungi Lebaran Betawi 2019 di Monas pagi ini. Acara tersebut pun bakal ditutup hari ini, yang menutut BMKG bakal dinaungi cuaca cerah.

    Taufiq Siddiq


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.