Anies Baswedan Dorong Sepeda Jadi Alat Transportasi di Jakarta

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda disela peletakan batu pertama jalur Jalasena di Pantai Kita dan Pantai Maju, PIK, Jakarta, Ahad, 23 Desember 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda disela peletakan batu pertama jalur Jalasena di Pantai Kita dan Pantai Maju, PIK, Jakarta, Ahad, 23 Desember 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bakal mendorong sepeda sebagai alat transportasi warga ibu kota.

    "Kami mendorong penggunaan sepeda sebagai alat transportasi, bukan sekedar alat olahraga," kata Anies di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 September 2019.

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan yang menonjol dari sepeda saat ini adalah alat olahraga. Sehingga, kata dia, banyak embel-embel pengguna sepeda yang tampil dengan menggunakan sepatu, baju hingga helm khusus. "Malah ada helm racing lagi," ujarnya.

    Padahal, kata Anies, sepeda bisa dijadikan alat transportasi ke mana pun. Bahkan, untuk beraktivitas setiap hari seperti berangkat kerja. Ia pun mengaku telah membiasakan diri menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.

    Belakangan, Anies sering mengkampanyekan menggunakan sepeda dalam aktivitasnya sehari-hari. Anies pernah mengunggah aktivitasnya bersepeda ke sejumlah tempat yang dikunjunginya seperti Velodrome, Kota Tua, Banjir Kanal Timur dan kawasan lainnya. "Bagi saya pribadi bukan barang baru," kata dia.

    Anies mengatakan telah menggunakan sepeda yang sejak kuliah di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Ia menganjurkan agar warga yang menggunakan bersepeda tanpa berfokus pada penyediaan alat-alat khusus.

    Menurut Anies Baswedan, warga ibu kota hanya cukup mempunyai sepeda sebagai sarana mobilitasnya dan helmnya untuk keamanan. Selain itu, Anies berjanji bakal memperbanyak tempat parkir sepeda di Jakarta. "Karena yang saat ini terjadi yang naik sepeda begitu sampai kantor tidak ada tempat parkir sepeda," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.