Anak Lulung Bandingkan Penataan Tanah Abang Versi Anies dan Ahok

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berbagi jalan dengan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar jembatan penyebrangan multiguna (skybridge) Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Warga berbagi jalan dengan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar jembatan penyebrangan multiguna (skybridge) Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Guruh Tirta Lunggana membandingkan cara Gubernur Anies Baswedan dan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam menata kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Guruh, anak dari Lulung Lunggana, mewarisi bisnis keamanan dan parkir di kawasan pasar itu dari ayahnya dan kini duduk sebagai anggota DPRD DKI periode 2019-2024.

    Menurut Guruh, belum ada Gubernur DKI Jakarta yang bisa memecahkan permasalahan pedagang kaki lima atau PKL di Pasar  Tanah Abang. Tidak Ahok, tidak pula Anies. Dia menuturkan itu saat ditemui di ruang Fraksi PAN DPRD DKI, Selasa 10 September 2019.

    Guruh mengakui apa yang dikerjakan saat era Ahok adalah bahwa PKL di kawasan Tanah Abang benar-benar ditertibkan. Namun, dia menilai, Ahok tidak memberi solusi bagi para pedagang yang ditertibkan untuk bisa berjualan. "Jadi cuma ditertibkan saja," ucapnya.

    Sedangkan, saat Anies menjabat gubernur saat ini, penertiban PKL disebutnya tidak berjalan maksimal. Sebabnya, pembuatan skybridge di Jalan Jatibaru Raya, tidak mampu menampung seluruh pedagang yang ingin ditertibkan. 

    Anggota DPRD DKI Jakarta, Guruh Tirta Lunggana. instagram.com/kawanguruhtirtalunggana

    "Skybridge hanya menampung 400-an pedagang. Jadi masih banyak yang belum tertampung," kata dia sambila menambahkan, "Pedagang yang belum tertampung itu, kata dia, yang sekarang menjejali trotoar."

    Guruh Lunggana mengungkap itu saat diminta tanggapannya atas peristiwa pemalakan massal yang dialami pengunjung atau pedagang di Pasar Tanah Abang. Menurutnya, para pelaku bukan berasal dari 'kelompok' yang dikelola ayahnya yang biasa disapa Haji Lulung karena bukan warga asli Tanah Abang.

    "Sudah pernah saya datangi langsung. Bahkan, sudah capai menasehati mereka," katanya sembari mengaku mendukung polisi menangkapi dan memberi jerat hukum. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.