Perluasan Ganjil Genap, Polisi Tangkap Pengguna Plat Nomor Palsu

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian melakukan penindakan pelanggaran Perluasan sistem ganjil genap yang dibarengi dengan sanksi hukum resmi di kawasan Tomang, Jakarta, Senin 9 September 2019. Perluasan ganjil-genap diberlakukan pada hari Senin hingga Jumat mulai pukul 06.00 pagi hingga 10.00 pagi serta pukul 16.00 hingga 21.00 malam. TEMPO/Subekti.

    Petugas kepolisian melakukan penindakan pelanggaran Perluasan sistem ganjil genap yang dibarengi dengan sanksi hukum resmi di kawasan Tomang, Jakarta, Senin 9 September 2019. Perluasan ganjil-genap diberlakukan pada hari Senin hingga Jumat mulai pukul 06.00 pagi hingga 10.00 pagi serta pukul 16.00 hingga 21.00 malam. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi mengungkap praktek penggunaan plat nomor palsu untuk mengakali kebijakan perluasan ganjil genap. Sebanyak delapan pengguna plat palsu sudah ditindak.

    Unit Lalu Lintas Kepolisian Sektor Jatinegara, Jakarta Timur, menyatakan bahwa pihaknya telah menilang sedikitnya delapan pengendara yang menggunakan plat nomor palsu untuk mengelabui petugas pengawas ganjil genap sejak Senin kemarin.

    "Senin (9 September) sebanyak enam unit dan Selasa (10 September) ada dua unit," kata Kanit Lalu Lintas Polsek Jatinegara Iptu Didik Sapto di Jakarta, Rabu 11 September 2019.

    Menurut dia, oknum pengendara itu diketahui mengganti plat nomor asli dengan yang palsu saat melintas di Jalan DI Panjaitan.

    Menurut dia, modus yang dilakukan adalah mengubah digit terakhir plat nomor dengan angka ganjil atau genap, sementara plat nomor asli hanya dipasang sesuai tanggal operasional.

    Meskipun demikian, dia menyatakan aparatnya tak bisa terkecoh dengan plat-plat palsu tersebut. Menurut Didik, polisi telah mengetahui segala ciri plat nomor palsu yang biasa diproduksi di sejumlah pedagang plat nomor pinggir jalan.

    "Kami tahu semua model tulisan dan bahannya apa. Polisi bisa bedakan antara plat nomor asli atau palsu sebab kelihatan sekali dengan kasat mata. Kalau yang palsu kelihatan dari model dan tulisan juga bahannya," kata Didik.

    Para pengguna plat nomor palsu itu pun mendapatkan sanksi penilangan. Selain itu, polisi juga menyita plat nomor palsu yang mereka gunakan.

    "Saya suruh copot plat palsunya dan kita ambil," katanya.

    Sebelumnya sejumlah pembuat plat nomor palsu di kawasan Jalan Mataraman mengaku kebanjiran order dalam sebulan terakhir, setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan rencana perluasan ganjil genap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe