Kualitas Udara Jakarta Hari Ini, AirVisual: Tidak Sehat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan masker saat berkendara di Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Jakarta masuk dalam 4 kota dengan pencemaran udara terburuk di dunia setelah Dubai, New Delhi, dan Santiago. Indeks kualitas udara Jakarta menyentuh angka 164, masuk dalam kategori tidak sehat (151-200). TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga menggunakan masker saat berkendara di Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Jakarta masuk dalam 4 kota dengan pencemaran udara terburuk di dunia setelah Dubai, New Delhi, dan Santiago. Indeks kualitas udara Jakarta menyentuh angka 164, masuk dalam kategori tidak sehat (151-200). TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kualitas udara Jakarta pada Selasa pagi ini berkategori tidak sehat, menurut laporan aplikasi AirVisual. Dilaporkan pada pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada pada level tidak sehat, yakni 156 dari ambang batas 500, dengan parameter polutan atau PM2.5 konsentrasi 66 ug/m3.

    Dari 11 lokasi yang terpantau menunjukkan hanya wilayah Kemayoran berada pada level sedang di angka 88 parameter PM2.5 konsentrasi 29,6 ug/m3. Untuk level sedang, aktivitas di luar ruangan seperti bersepeda dapat dilakukan.
     
    Kondisi serupa juga terpantau di kawasan Pramuka, Jakarta Timur dengan parameter AQI 89 serta PM2.5 konsentrasi 30,2 UG/m3.

    Wilayah lain dalam kategori udara tidak sehat, yakni Mangga dua bagian selatan, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Pegadungan Jakarta Barat, Rawamangun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, AHP Capital Place dan Pejaten Barat.

    Selain memantau kualitas udara Jakarta, AirVisual juga mencatat kelembapan udara Jakarta 83 persen dan kecepatan angin 5,4 kilometer per jam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?