BMKG: Awal Musim Hujan di Jakarta Paling Cepat Akhir Oktober

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi BMKG

    Aplikasi BMKG

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperkirakan musim hujan baru akan datang di Jakarta dan sekitarnya akhir Oktober atau awal November 2019. Bahkan ada bagian yang baru akan kebagian hujan Desember.

    Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengungkap itu saat dihubungi, Senin 23 September 2019. Dia menjelaskan, sebagian besar wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya ada yang telah memasuki musim hujan di akhir Oktober seperti wilayah Jakarta Selatan, Bogor, Depok dan Tangerang.

    "Sebagian besar awal musim hujan di Jakarta November. Namun, Jabodetabek bagian selatan musim hujan bakal lebih awal pada dasarian ketiga Oktober," kata Hary. Desarian adalah satuan waktu meteorologi, yang lamanya sepuluh hari.

    Sedang sebagian wilayah Jakarta di bagian Utara, kata dia, baru memasuki musim hujan pada dasarian pertama Desember tahun ini. Wilayah yang memasuki musim hujan pada Desember meliputi wilayah, Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Barat bagian utara serta Bekasi bagian barat.

    Tahun ini, Hary menambahkan, musim hujan di sejumlah wilayah ibu kota mundur bervariasi mulai dari 10, 20 sampai 30 hari. Dari catatan awal musim hujan yang dirilis BMKG, musim hujan di sejumlah wilayah DKI mundur 10 hari, meliputi kawasan Jakarta bagian selatan, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

    "Sedangkan Jakarta Pusat dan Barat serta Jakarta Selatan bagian utara dan Jakarta Timur bagian barat awal musim hujannya masih sama."

    Ia menuturkan tahun ini periode musim kemaraunya masih tetap sama seperti tahun sebelumnya. Hanya saja, kata dia, musim kemarau tahun ini lebih kering. Hal itu bisa terlihat dari meluasnya wilayah yang kekeringan dan timbulnya titik api atau kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.

    Musim kemarau yang lebih panjang pernah terjadi terakhir pada 2015 lalu. Pada tahun tersebut kemarau telah terjadi sejak Maret-April hingga November-Desember 2015 di sejumlah wilayah Indonesia. "Tahun 2015 kemaraunya maju dan musim hujannya mundur," katanya membandingkan.

    Tahun ini, Hary berujar musim kemarau normal jatuh pada Mei dan Juni, sedangkan perkiraan musim hujan November. "Jumlah hitungan bulan pada musim kemarau tahun ini masih sama. Hanya saja memang lebih kering, jadi seolah-olah terasa panjang. Padahal tetap."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.