Ketua DPRD DKI Lagi, Prasetio Dorong 3 Fokus ke Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi di Kereta MRT Jakarta, Selasa 2 April 2019. TEMPO/M. JULNIS FIRMANSYAH

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi di Kereta MRT Jakarta, Selasa 2 April 2019. TEMPO/M. JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua DPRD DKI Jakarta terpilih Prasetio Edi Marsudi menyatakan masih banyak persoalan Ibu Kota, yang harus dibenahi di periode kedua kepemimpinannya sebagai legislator Kebon Sirih.

    Menurut politisi PDI Perjuangan itu, hal utama yang menjadi persoalan di Ibu Kota yang saat ini dipimpin Gubernur Anies Baswedan adalah masalah banjir, macet dan ketersediaan rumah susun bagi warga kurang mampu.

    "Kita perlu rumah susun banyak sekali seperti di daerah Tanah Tinggi dan Johar, Tambora. Di sana kan padat," kata Prasetio seusai rapat paripurna di DPRD DKI, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Prasetio berjanji bakal fokus menyelesaikan ketiga masalah tersebut setelah dirinya resmi dilantik sebagai ketua DPRD DKI definitif. Pada rapat paripurna kemarin, Prasetio telah diusulkan menjadi ketua DPRD DKI melalui persetujuan ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

    Dalam jangka pendek untuk menghadapi musim hujan dan banjir di ibu kota, Prasetio bakal meminta pemerintah mempercepat pengerukan sungai dan waduk uang ada di DKI. Sedangkan untuk macet, Prasetio bakal mendorong pembangunan tunnel bawah tanah sebagai tempat penyeberangan di kawasan Tosari, Kartika Plaza dan Jalan M.H. Thamrin.

    "Di situ macetnya kemana-mana sudah sampai Semanggi. Nah ini juga harus dibuat tunnel ke bawah adalah solusinya," demikian Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?