Pemilihan Wagub DKI, Gerindra Minta PKS Justru Lebih Aktif

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawagub DKI Jakarta Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi menjalani fit and proper test di Hotel Aston TB Simatupang, Jakarta, Minggu, 27 Januari 2019. Ketiga calon itu berasal dari kader PKS. TEMPO/Faisal Akbar

    Cawagub DKI Jakarta Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi menjalani fit and proper test di Hotel Aston TB Simatupang, Jakarta, Minggu, 27 Januari 2019. Ketiga calon itu berasal dari kader PKS. TEMPO/Faisal Akbar

     

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan partainya tidak bisa dituntut untuk aktif dalam pemilihan wakil gubernur atau wagub DKI.

    "Kami kan sudah tanda tangan. Seharusnya dia (Partai Keadilan Sejahtera) yang lebih agresif dari kami. Masa kami yang disuruh agresif. Tidak fair," kata Taufik di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Oktober 2019.

    Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi sebelumnya mengisyaratkan partainya berjuang sendiri sehubungan dengan pemilihan wagub DKI. Suhaimi mengaku merasakan bahwa Partai Gerindra tak membantu untuk mempercepat proses pemilihan wagub. "Ibaratnya itu terasa tapi susah diungkapkan dalam kata-kata," kata dia, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Hingga kini, kursi wagub DKI masih kosong. Dua partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno, PKS dan Gerindra, telah mencalonkan dua nama, yaitu Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu. Namun kelanjutan pemilihan belum ada.

    Persoalannya, setelah pergantian anggota DPRD DKI, belum lagi dibahas soal pemilihan wagub ini. Pada periode sebelumnya, DPRD telah membentuk panitia khusus pemilihan wagub. Tahap selanjutnya, seharusnya dewan segera membentuk panitia pemilihan untuk selanjutnya membentuk tata tertib pemilihan sehingga bisa dilanjutkan dengan rapat paripurna pemilihan.

    Menurut Taufik, PKS yang dua kadernya menjadi calon wagub DKI mesti lebih aktif. PKS, kata dia, semestinya yang membangun komunikasi dengan partai lain di DPRD DKI. "Tidak fair dong kalau kami yang dituntut untuk aktif. Lebih agresif, sementara PKS duduk-duduk saja," ujarnya.

    PKS juga mesti menjelaskan dua figur yang mereka usung sebagai calon wagub DKI. Selain itu, partai bulan sabit kembar tersebut mesti terbuka untuk mengevaluasi dua kader yang mereka usung. "Evaluasi secara sadar. Ini tidak jalan kenapa ya. Kalau mobil anda mogok, kan anda harus cari penyebabnya," ujarnya. "Jangan anda dorong-dorong terus. Tidak jalan itu mobil."

    Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno sebelumnya juga menilai PKS terkesan berjuang tanpa Partai Gerindra dalam memperjuangkan pemilihan dua calon wagub DKI. Adi menyebut tak tampak peran Gerindra untuk membantu PKS mempercepat proses pemilihan wagub.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.