Komisi D Minta Anggaran Revitalisasi Trotoar Rp 1,2 T Dirinci

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki melintas di trotoar yang dalam proses revitalisasi di Jalan dr Satrio, Kuningan, Jakarta, Senin, 4 November 2019. Lubang yang berada di sisi kanan dan kiri trotoar itu hanya dibatasi dengan pita hitam kuning. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pejalan kaki melintas di trotoar yang dalam proses revitalisasi di Jalan dr Satrio, Kuningan, Jakarta, Senin, 4 November 2019. Lubang yang berada di sisi kanan dan kiri trotoar itu hanya dibatasi dengan pita hitam kuning. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggaran revitalisasi trotoar di DKI Jakarta untuk tahun 2020 mendatang yang diusulkan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta sebesar Rp 1,2 triliun, ditunda oleh Komisi D DPRD DKI Jakarta untuk kemudian diperjelas.

    "Penjelasan menurut kami ini belum pas. Kami minta Senin," kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah di Jakarta, Rabu.

    Ida mengaku walau pihaknya belum mendetilkan secara teknis berapa panjang revitalisasi trotoar karena pembahasan baru pada dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS untuk tahun anggaran 2020, namun Komisi D sepakat untuk menunda anggaran itu berbekal aduan warga.

    "Belum ke teknis berapa kilo karena terpecah-pecah. Kemarin masih berbicara, mengapa harganya terlalu tinggi, ini kan bikin macet, warga bicara semenjak ada trotoar dibangun, kota macet luar biasa. Itu yang masih pembahasan, makanya kami masih tunda," ucap politisi PDI Perjuangan tersebut.

    Lebih lanjut, menyusul laporan masyarakat, Ida juga mempertanyakan apakah lebar trotoar tersebut harus dengan ketentuan lebar lima meter.

    "Apakah iya trotoar harus selebar itu, setelah trotoar dibangun, fungsinya apa sih. Apakah untuk parkir? Kemarin alasan pejalan kaki dan sepeda supaya lebih nikmat, harapannya orang tidak lagi pakai motor mobil. Sekarang sudah siapkan belum agar orang itu tidak menggunakan mobil, trotoar lebar jalan nikmat, kalau transportasi umum belum ada, kan perlu dipikirin," ucap Ida.

    Menurut Ida, dengan adanya anggaran revitalisasi trotoar tersebut dan realisasinya hingga saat ini, kebijakan tersebut dianggap janggal. "Kebijakan ini menurut kami agak janggal. Karena uang ada warga butuh trotoar untuk jalan tapi apakah selebar itu?," tutur Ida menambahkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.