Ketua DPRD Minta Gerindra dan PKS Segera Sepakati Calon Wagub DKI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi saat mengangkat palu sidang usai dilantik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi saat mengangkat palu sidang usai dilantik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Partai Gerinda dan Partai Keadilan Sejahtera segera menyepakati nama calon wakil gubernur untuk menggantikan posisi Sandiaga Uno. Ia meminta kedua partai pengusung tersebut segera menyerahkan nama yang mereka rekomendasikan setelah Gerindra turut mengajukan empat nama calon wagub DKI.

    "Ini namanya tumpang tindih. Sebenarnya tinggal yang dipilih siapa nih," kata Prasetio di DPRD DKI, Senin, 11 November 2019. "Ini antar berdua (Gerindra dan PKS) mau gimana saya enggak ngerti sampai sekarang."

    Dua partai pengusung Anies, PKS dan Gerindra, sebelumnya telah mencalonkan dua nama untuk menggantikan Sandiaga yang mundur sejak Agustus tahun lalu. Keduanya adalah Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

    Akibat dua calon yang diajukan PKS dianggap mandek pembahasannya di DPRD, Gerindra pun mengajukan empat nama untuk dicalonkan menjadi wagub DKI. Empat nama yang diajukan adalah Arnes Lukman, Dewan Penasehat Gerindra; Ferry J Juliantoro, Wakil Ketua Umum Gerindra; Ahmad Riza Patria, Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra dan Saefullah, Sekretaris Daerah DKI.

    Prasetio mengatakan wagub DKI mempunyai tugas yang berat seperti gubernurnya. Sebab, mereka memimpin ibu kota negara yang mempunyai masalah kompleks.

    Cawagub yang dipilih partai pengusung mesti memahami permasalahan ibu kota. Menurut Prasetio, dua tokoh yang saat ini diusung belum terlihat memahami permasalahan di Jakarta.

    "Masa di antara dua partai pengusung enggak ada tokoh-tokoh Jakarta yang keliatan? Itu masalahnya," ujarnya. "Kalau dia ditaruh dari daerah masuk ke Jakarta kan banyak enggak ngertinya dari pada ngertinya. Problema Jakarta enggak gampang dan harus berani."

    Menurut Prasetio, jika calon yang dipilih hanya menjalani rutinitas, justru bakal menjadi masalah baru. Ia mengatakan calon wagub DKI yang dipilih semestinya sosok yang mempunyai terobosan. "Enggak ada terobosan ya enggak jalan. Janganlah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?