Kasus Pembobolan ATM, Polisi Juga Periksa Staf Bank DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank DKI

    Bank DKI

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah memeriksa sejumlah saksi dari manajemen Bank DKI dalam kasus dugaan pembobolan ATM Bank DKI dengan perkiraan  kerugian hingga Rp 50 miliar.

    "Beberapa pegawai dari manajemen Bank DKI sudah dilakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat, 22 November 2019.

    Namun demikian Yusri tidak memberikan detail terkait berapa orang dari pihak Bank DKI yang periksa dan jabatan mereka.

    Terkuaknya pembobolan anggaran itu berawal dari perkara dugaan pembobolan ATM Bank DKI oleh 12 oknum Satpol PP, namun seiring berjalannya penyelidikan dari kepolisian ternyata terduga pelaku pembobolan berkembang menjadi 41 orang.

    Yusri mengatakan dari 41 orang dipanggil tersebut baru 25 orang yang telah memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya.

    "41 yang dipanggil, tapi 25 yang hadir untuk diperiksa," kata Yusri.

    Meski tidak merinci jumlahnya secara detail, Yusri mengatakan 41 orang yang diperiksa tersebut tidak seluruhnya adalah anggota Satpol PP.

    DIa juga menegaskan hingga saat ini semua masih berstatus saksi dan belum ada penetapan tersangka.

    Adapun modus pembobolan ATM itu adalah memanfaatkan mesin ATM Bersama dengan menggunakan kartu ATM Bank DKI.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?