Revisi dan Didesak Tenggat, Rapat Anggaran DPRD DKI Tak Kuorum

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rapat Badan Anggaran DPRD DKI saat membahas KUA PPAS APBD 2020 DKI, Senin 25 November 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Suasana rapat Badan Anggaran DPRD DKI saat membahas KUA PPAS APBD 2020 DKI, Senin 25 November 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Anggaran DPRD DKI menskors lanjutan rapat pembahasan plafon anggaran pada Senin malam karena peserta rapat tidak memenuhi kourum. "Karena tidak kuorum rapat diskors sampai besok pagi," ujar Ketua Banggar Prasetio Edi Marsudi di DPR Senin malam, 25 November 2019. 

    Prasetio awalnya membuka rapat Badan Anggaran pada pukul 21.00 WIB setelah skors pada sore. Awalnya penundaan rapat itu akan diakhiri dan dibuka lagi pada pukul 19. Namun setelah dua jam belum juga dibuka lantaran peserta rapat terdiri dari anggota dewan dan pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah tak kunjung lengkap. 

    Dalam keterangannya, Prasetio menyatakan skorsing berlanjut lantaran pembahasan KUA PPAS dikembalikan lagi pembahasan tingkat komisi lantaran adanya revisi rancangan anggaran menjadi Rp 87 triliun. Selain itu, Sekretaris Daerah DKI  Saefullah sebagai Tim Anggaran Pemerintah Daerah juga tidak hadir.

    "Pak Sekda sama pak Gubernur lagi ada acara, nggak mungkin kita tunggu maka itu kita skors," ujarnya.

    Prasetio menyebutkan rapat Badan Anggaran akan dilanjutkan hari ini, Selasa 26 November 2019. Pembahasan akan difokuskan dalam efisiensi rancangan RAPBD DKI setelah adanya revisi pengurangan dari Rp 89 triliun menjadi Rp 87 triliun. Itu adalah revisi kedua sa plafon setelah sebelumnya plafon anggaran mencapai Rp 95 triliun.

    Seperti diketahui, DPRD DKI harus mengebut pembahasan anggaran karena tenggat penyusunan APBD yang sudah dekat. Penetapannya sudah harus dilakukan pada akhir tahun ini. Tapi sebelumnya harus melewati proses pengesahan di Kementerian Dalam Negeri.

    Proses pembahasan selama ini memang dimulai terlambat karena menunggu pergantian anggota DPRD DKI pasca pemilihan legislatif. Selain ditemukannya sejumah plafon anggaran janggal yang mendesak penyisiran kembali. 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.