Ledakan di Monas, Anies Baswedan: Itu Insiden

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti upacara Hari Korpri di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, 29 November 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti upacara Hari Korpri di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, 29 November 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai ledakan di Monas  merupakan insiden. "Bahkan kejadian itu lebih seperti insiden," kata Anies  di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa 3 Desember 2019.

    Diberitakan, granat asap meledak di dalam Monas hari ini pukul 07.20 WIB, di seberang kantor Menteri Dalam Negeri. Granat tersebut meledak usai ditemukan oleh dua anggota TNI yang sedang berolah raga.

    Lebih lanjut ia mengatakan kalau mengenai aspek keamanan menjadi  kapasitas polisi dan TNI. "Kalau mengenai aspek keamanan itu kapasitas ada di pihak penegak hukum, polisi dan TNI," ujarnya.

    Saat ini polisi bersama dengan Pangdam Jaya masih mendalami penyebab ledakan dan asal usul granat. Insiden ini menyebabkan dua anggota TNI tersebut luka-luka. Serma Fajar luka di tangan kiri. Sementara seorang korban lagi, Praka Gunawan, luka ringan di tangan dan paha.

    Anies mengatakan telah memerintahkan unit pelaksana tugas Monas untuk menyisir kawasan Monas pasca terjadi ledakan granat asap."Saya langsung instruksikan kepada kepala UPT Monas untuk melakukan semacam penyisiran di seluruh kawasan di Monas oleh petugas," ujar Anies

    Anies menyebutkan langkah tersebut untuk memastikan tidak ada benda yang mencurigakan. Dia pun telah memerintahkan petugas untuk langsung melapor ke kepolisian jika ada benda yang mencurigakan.

    Anies  Baswedan menyatakan bahwa kondisi Jakarta aman. Selaku kepala daerah, ia berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya.

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.