Ada Pengadaan Ambulans Rp 15,7 M di RAPBD DKI, Ini Rinciannya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan Rancangan APBD atau RAPBD DKI 2020 ke pimpinan DPRD DKI, Selasa 2 Desember 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan Rancangan APBD atau RAPBD DKI 2020 ke pimpinan DPRD DKI, Selasa 2 Desember 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan mengusulkan anggaran pengadaan ambulans sebesar Rp 15,7 miliar Dalam RAPBD DKI 2020. "Kenapa ada anggaran besar? karena ada pembelian ambulans air," ujar Kepala UPT Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan, Iwan Kurniawan, Minggu 8 Desember 2019.

    Iwan mengungkap itu dalam rapat RAPBD di Komisi E DPRD DKI. Dalam rapat itu dia merinci harga satu unit  speed boat ambulans air yang hendak dibeli Rp 5,3 miliar. Rencana tersebut, menurut Iwan, sudah hasil efisiensi dari rencana awal yang ingin mengadakan sebanyak tiga unit ambulans air. 

    Iwan menyebutkan saat ini Pemerintah DKI sudah mempunyai dua unit ambulans air. Satu unit ditempatkan di RSUD Kepulauan Seribu dan satu lagi disiagakan Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu di pulau.

    Adanya penambahan ambulans itu diharap bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kepulauan Seribu. Apalagi, dalam RAPBD DKI 2020 pula Dinas Kesehatan juga mengusulkan pembelian lima unit ambulans paramedik seharga Rp 7,5 miliar, dua ambulans standar dengan anggaran masing-masing Rp 1,4 miliar.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.