Geger Ular Kobra di Citayam, Komunitas Reptil: Induk Lebih dari 2

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu di antara anak ular kobra yang ditemukan di kompleks perumahaan Royal Citayam Residence, Bojong Gede, Minggu 8 Desember 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    Satu di antara anak ular kobra yang ditemukan di kompleks perumahaan Royal Citayam Residence, Bojong Gede, Minggu 8 Desember 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Komunitas Reptil dari Animal Education And Sozialitetion alias Action, Rizki Maulana, mengatakan indukan atau ular dewasa dari ular kobra yang beranak pinak di perumahan Royal Citayam Residence lebih dari dua.

    Rizki menyebut alasannya, satu induk ular kobra bisa bertelur antara 15 hingga 30 butir dan itu maksimal. Namun dari telur tersebut tidak semuanya bisa menetas.

    "Tapi kalau yang kita temukan di sini, ini dari satu indukan karena ukurannya sama," ucap Rizki saat menyisir kebun di komplek setempat, Senin 9 Desember 2019.

    Rizki mengatakan rata-rata kobra di Indonesia melalui hasil riset yang dilakukan komunitasnya, biasanya bertelur 13 hingga 19 butir. Dari jumlah telur itu yang busuk atau tidak menetas sekitar 3 sampai 5 butir.

    Sehingga bisa disebut dari satu ekor induk ular kobra anaknya bisa 10 sampai 15 ekor. "Nah ini ada 30, kemungkinan bisa dua indukan. Tapi bisa juga satu, bila keadaannya tengah subur," Rizki menjelaskan.

    Namun dari geger temuan ular kobra di Royal Citayam, Rizki mengatakan ini adalah kejadian luar biasa yang harus diteliti lebih lanjut.

    Karena jika di biarkan begitu saja, di tahun selanjutnya indukan makin banyak dan beranak pinak. Sehingga upaya edukasi dan sosialisasi harus diintensifkan kepada warga. Agar mereka bisa lebih waspada. "Ular kobra itu beranak satu tahun sekali dan biasanya di akhir tahun," tutur Rizki.

    Seorang warga Royal Citayam Residence, Yudha 38 tahun, mengatakan asal mula datangnya ular berbarengan dengan datangnya musim hujan.

    Yudha menambahkan, anak-anak ular kobra itu berkeliaran ke beberapa rumah warga setelah hujan, bahkan ke jalan-jalan warga di perumahan setempat. "Kita khawatir dan takut. Karena di sini banyak sekali anak-anak," demikian Yudha.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.