Penanggulangan Bencana, Alumni IPB Kerja Sama dengan BNPB

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sestama BNPB RI, Harmensyah, menunjukan MoU dengan tim kemanusiaan Alumni IPB di International Convention Centre (IICC) Baranangsiang, Bogor, Selasa 10 Desember 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    Sestama BNPB RI, Harmensyah, menunjukan MoU dengan tim kemanusiaan Alumni IPB di International Convention Centre (IICC) Baranangsiang, Bogor, Selasa 10 Desember 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    Wakil Ketua ARM-HA IPB Muhamad Husein mengatakan peranan himpunan alumni akan diprioritaskan di bidang disiplin keilmuannya. Lalu di samping itu juga dia akan melibatkan semua alumni IPB baik di pusat dan daerah, untuk menjadi bagian suksesi pencegahan dan penanggulangan bencana. "Kita juga akan membentuk atau melantik di masing-masing wilayah," ucap Husein.

    Rektor IPB Arif Satria mengatakan sebelumnya IPB membantu krisis kemanusiaan, khususnya saat bencana. Namun biasanya penanggulangan jangka panjang pasca bencana. Sehingga dengan adanya ARM, Arif berharap lembaga otonom ini bisa membantu masyarakat sejak awal kejadian dan juga jangka panjangnya. "Kami selaras dengan HA IPB, terutama dalam memulihkan kondisi masyarakat di lingkungannya, sosial, ekonomi dan juga penataan pemukiman," ucap Arif sambil mengatakan IPB selalu siap memberikan bantuan gratis, terutama untuk bibit tanaman dan pohon.

    Sekretaris utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB RI, Harmensyah, mengatakan sudah sangat tepat bekerjasama dengan IPB untuk mencegah dan menanggulangi bencana yang sudah atau yang akan terjadi. Dia mengatakan para alumni IPB tentu sangat faham tentang lingkungan, baik perkebunan di lingkungan warga atau pun keadaan hutan yang ada di Indonesia melalui berbagai riset dan penemuan-penemuan IPB. "Kita jaga lingkungan, hutan dan juga kesadaran masyarakat," kata Harmensyah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.